Bireuen-Pilkada Aceh yang telah ditetapakan 24 Desember2011 merupakan sebuah upaya menghancurkan Aceh. Sebab dalam Pilkada itu tidak sesuai dengan UUPA dan juga ada pihak-pihak yang ingin mengobok-obokan Aceh sehingga merugikan UUPA dan rakyat Aceh.
Demikian dikatakan salah seorang peserta aksi damai penundaan Pilkada dalam orasinya di depan gedung DPRK Breuen, Jalan Malayahati, Kamis (3/11). Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Perdamaian Aceh (AMPA), awalnya melakukan aksi di depan kantor Bupati Bireuen, sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam aksinya itu mereka mengatakan, menunda Pilkada Aceh sampai adanya landasan hukum yang kuat.
Setelah Bupati Bireuen yang diwaliki Sekdakab setempat menandatangani dukungan penundaan Pilkada itu, kemudian pukul 13.00 WIB massa dengan menumpangi mobil bak terbuka menuju ke gedung DPRK Bireuen. Disana Ketua DPRK Bireuen dan sejumlah anggotanya juga ikut menandatangani dukungan penundaa pilkda yang mereka sodorkan.
Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad SE dihadapan massa mengatakan, mereka naik sebagai wakil rakyat bertujuan memperjuangkan UUPA dan MoU Helsingki," Kami naik untuk memperjuangkan MoU dan UUPA, namun kami akui selama ini belum sempurna apa yang kami kerjakan," sebutnya. Setelah para wakil rakyat itu menandatangi kemauan massa, akhirnya massa itu bubar dengan tertib.
Aksi yang dikawal pihak Kepolisian dan TNI berjalan tertib dan lancar, namun pihak KIP Bireuen tidak menandatangi pernyataan penundaan Pilkada sebab tidak seorang pun anggota KIP Bireuen berada di tempat pada saat aksi itu digelar.