
Demi Karier, Neymar Harus Tinggalkan Brasil
Jose Mourinho Gagal Di Real MadridKetua panitia pelaksana, Khadafi Syah, kepada The Globe Journal mengatakan diskusi publik yang bertema “ Review Buku Atjeh Di Mata Dunia “ menampilkan pembicara antara lain M. Adli Abdullah (dosen Hukum Unsyiah ), Adnan Beuransyah (Ketua Komisi A DPRA ) dan Baharuddin AR. Sedangkan yang bertindak sebagai moderator adalah Muklisuddin Ilyas M. Pd.
Acara diskusi ini bertujuan untuk kembali mengingatkan masyarakat Aceh tentang semangat juang tgk Chik Ditiro Hasan Muhammad dalam memperjuangkan masyarakat Aceh ke pintu gerbang perdamaian di bawah naungan NKRI.
Kemudian lebih lanjut diskusi ini juga mengkaji pemikiran-pemikran beliau dalam buku karyanya Aceh Dimata Dunia secara Ilmiah guna menjadi pelajaran bagi semua masayarakat Aceh akan pentingnya sebuah semangat.
"Hasan Di Tiro memang sudah tiada lagi di sekitar kita namun pemikiran dan karya beliau selaku Wali Nanggroe Aceh sangatlah dibutuhkan untuk kemajuan Aceh dimasa yang akan datang. Kemerdekaan seperti yang di cita-citakan oleh Hasan Tiro setidaknya telah terwujud pada bangsa Aceh dengan adanya kemerdekaan dalam berpikir untuk membangun bangsa Aceh yang bermartabat dan sejahtera,"jelas Khadafi.
Menyinggung isu bahwasanya acara ini ditujukan untuk membangun semangat kembali keinginan Kemerdekaan aceh, panitia membantah karena yang menjadi tujuan utama acara ini hanyalah mengkaji sebuah pemikiran berdasarkan landasan ilmiah.
"Kami mengundang semua Ormas, LSM untuk berdiskusi secara aktif terkait hal tersebut, ya jika terjadi perbedaan pendapat dalam diskusi itu sebuah hal yang wajar didalam sebuah diskusi ilmiah,'ujarnya.
Kepada peserta acara disajikan makanan berupa ubi rebus, pisang rebus dan ketela rebus. [rel]
Selasa, 21 Mei 2013 20:18 WIBPesawat AS Yang Mendarat di Aceh Itu Memang Kesasar