Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Kadis Kesehatan Aceh: Pemko Banda Aceh Harus Optimalkan Puskesmas


Kadis Kesehatan Aceh: Pemko Banda Aceh Harus Optimalkan Puskesmas
Kamis, 04 Juli 2013 18:00 WIB

Banda Aceh - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh yang baru di lantik bulan lalu, dr Taqwallah M Kes meminta Pemerintah Kota Banda Aceh meningkatkan pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Puskesmas sehingga masyarakat ekonomi menengah kebawah yang biasanya menjadi pasien dapat terlayani dengan baik.

Hal ini disampaikan Taqwallah, Kamis (4/7/2013) saat melakukan silaturrahmi dengan Walikota dan para tenaga kesehatan di jajaran Pemko Banda Aceh di Aula lantai IV Gedung A Balaikota Banda Aceh. Selain silaturrahmi, ajang ini juga dimanfaatkan untuk sosialisasi startegi pelayanan kesehatan melalui identifikasi sarana dan tenaga kesehatan dalam wilayah Banda Aceh.

Turut Hadir pada kesempatan ini, Wakil Walikota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE, Ketau DPRK Yudi Kurnia SE, Sekdakota Banda Aceh Drs T Saifuddin TA M Si, Kepala Dinas Kesehatan Kota dr Media Yulizar serta sejumlah PNS lingkungan Pemko.

Menurut Taqwallah, pelayanan kesehatan di Pustu, Posyandu dan Puskesmas perlu ditingkatkan karena lembaga kesehatan tersebut adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.

"Ada beberapa temuan yang saya temukan dilapangan, khususnya di Puskesmas dan Pustu. Ada yang ruang terlalu sempit, tidak tersedia lokasi parkir, plafon dan atap bocor, keramik lantai pecah dan sebagainya. Ini tentunya akan berpengaruh kepada pelayanan karena tenaga medis dan pasien sama-sama tidak nyaman dengan kondisi gedung," ujar Taqwallah.

Kepada Walikota, Kadis Kesehatan Aceh ini meminta untuk merehab kembali fasilitas-fasilitas kesehatan tersebut sehingga pelayanan kesehatan kembali maksimal.

"Yang rehab kecil kita minta jadi tugas Pak Wali dengan dana yang ada di APBK, untuk yang rehab sedang dan berat nanti akan kita kerjakan dengan dana Otsus yang ada di Provinsi," kata Taqwallah.

Sementara itu, Walikota Banda Aceh Ir Mawardy Nurdin menyambut baik dan akan menindaklanjuti saran dan ide dari kadis Kesehatan Aceh tersebut.

Menurutnya, sebenarnya Pemko Banda Aceh telah mengalokasikan 10 % dari APBK Banda Aceh untuk kesehatan.

Hanya saja, Kata Mawardy, kecilnya anggaran APBK Banda Aceh menyebabkan alokasi 10 % tersebut belum mampu menjawab semua persoalan kesehatan di Kota Banda Aceh, termasuk menyediakan gedung-gedung Pustu, Posyandu dan Puskesmas yang representative berikut fasilitas medisnya.

"Sebenarnya masih ada juga persoalan yang lain yang kita hadapi, seperti yang terjadi di Puskesmas perbatasan yang dekat dengan daerah tetangga. Kita tidak mungkin menolak pasien yang datang berobat, sementara untuk mengklaim JKA dan Jamkesmasnya tidak bisa kita lakukan karena alamat pasien bukan sebagai penduduk Kota Banda Aceh," beber Walikota.

Untuk itu, Lanjut Mawardy, Pemko meminta perhatian dan solusi penyelesaian dari Dinas Kesehatan Aceh terkait persoalan tersebut.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close