Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Jenderal Min Aung Hlaing Sambut Pemimpin Perempuan di Myanmar


Jenderal Min Aung Hlaing Sambut Pemimpin Perempuan di Myanmar
Selasa, 22 September 2015 06:11 WIB

Pemimpin kuat tentara Myanmar pada Senin menyatakan akan menyambut peluang perempuan presiden, yang sedikit menyamankan pemimpin lawan Aung San Suu Kyi, yang dilarang menduduki jabatan itu.

Myanmar melaksanakan pemilihan anggota parlemen pada November dan meskipun Liga Bangsa untuk Demokrasi-nya diperkirakan meraih keberhasilan berarti, Suu Kyi tidak akan menjadi presiden.

Di bawah undang-undang dasar rancangan tentara, negara itu tidak dapat dipimpin siapa pun dengan keturunan asing. Anak Suu Kyi lahir di Inggris dari ayah warga Inggris.

Tapi, dalam wawancara langka dengan media setempat dan asing, General Min Aung Hlaing menyatakan tidak memiliki masalah dengan negara, yang sebelumnya dikelola penguasa, itu pada satu hari dipimpin wanita.

"Saya menyambut mereka. Pria atau wanita menjabat, saya menyambut mereka," kata panglima tentara itu pada pertemuan di markas tentara di ibu kota, Naypyidaw.

"Kami tiba di sini pada tahap ini karena ibu kami membimbing kami," katanya, dengan menambahkan bahwa ia juga memilih wanita untuk jabatan tinggi di Tatmadaw (tentara).

"Banyak perempuan perwira di Tatmadaw kami sekarang. Kami melihat mereka juga sangat mampu," katanya.

Sekitar 30 juta pemilih diperkirakan mendatangi tempat pemungutan suara pada 8 November untuk yang pengamat harapkan menjadi pemilihan umum paling bebas dalam beberapa dasawarsa.

Myanmar bertahun-tahun di bawah penguasa keras, yang menghancurkan lawan dan merusak perekonomian sementara memperkaya segelintir perwira tinggi tentara.

Pada 2011, pemerintah tentara memberi jalan pemerintahan pembaru warga, yang dikuasai mantan jenderal, yang menyebabkan pencabutan sebagian besar hukuman Barat dan menjanjikan pemilihan umum.

Pemungutan suara pada November itu akan menjadi pemilihan umum pertama dalam seperempat abad akan diikuti NLD.

Tapi, tentara akan terus memegang pengaruh politik penting, bahkan jika lawan menyapu hasil pemilihan umum, karena 25 persen kursi parlemen akan masih disiapkan untuk tentara.

Pemimpin berikut negara itu dipilih tiga bulan sesudah pemilihan umum tersebut. Tiga calon akan diajukan dan dipilih oleh kedua kamar parlemen dan tentara, demikian AFP.

 

ANTARA






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close