Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Ini Kata Menhan AS Soal Spratly Island


Ini Kata Menhan AS Soal Spratly Island
Jum`at, 29 Mei 2015 18:40 WIB

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Menteri Pertahanan (Mentan) Ash Carter mengecam reklamasi yang dilakukan China di laut sengketa. Menurutnya, kegiatan China di sekitar luat sengketa merusak status di wilayah itu.

Carter membela keputusan AS mengirim pesawat mata-mata ke wilayah itu. Menurutnya, AS berusaha mempertahankan struktur keamanan yang sudah ada di wilayah tersebut selama 70 tahun terakhir.

"Kami sudah terbang di wilayah konflik Laut China Selatan selama bertahun-tahun dan kami akan terus melakukan itu; terbang, navigasi, dan beroperasi di sana. Jadi, itu bukan sebuah fakta baru," ungkap Carter, seperti dimuat Reuters, Jumat (29/5/2015).

Fakta terbaru adalah reklamasi yang dilakukan China dan skala yang sudah dilakukan. Faktanya itu bukan AS tapi China yang melakukannya,? sambung Carter.

AS memang sangat menyoroti kegiatan China di sekitar Kepulauan Spratly dalam beberapa pekan terakhir. AS meminta kepada China untuk mengakhiri kegiatan di sana. Kepulauan Spratly sendiri diperebutkan Filipina, Malaysia, Vietnam, dan China.

OKEZONE, REUTERS






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close