Banda Aceh — Setelah 30 tahun lebih deklamator Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Teungku Muhammad Hasan Ditiro merayakan Milad GAM di luar negeri setelah dirinya mendeklarasikan kemerdekaan Aceh pada tahun 1976, akhirnya 4 Desember 2009 dirinya bisa memperingati hari tersebut di Seuramoe Mekkah.
Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Kamaruddin atau lebih dikenal dengan Abu Razak saat menjawab pertanyaan The Globe Journal, Rabu (2/12) menyebutkan, 4 Desember 2009 Wali (sebutan GAM untuk Hasan Ditiro) tetap di Aceh. “4 Desember kali ini wali akan tetap di Aceh,” sebut Abu Razak.
Ditanya apakah Hasan Ditiro akan mengunjungi daerah tertentu pada Jum’at (4/12), Abu Razak belum bisa memastikan hal tersebut, “Hingga saat ini belum ada agenda khusus kemana wali akan berkunjung,” ungkapnya.
Sementara itu terkait agenda yang dilaksanakan dalam peringatan Milad GAM pada 4 Desember 2009, Abu Razak menyebutkan, semua anggota KPA akan memperingati hari tersebut didaerah masing-masing dengan menggelar doa bersama, menziarahi kuburan anggota GAM yang meninggal saat konflik dan khenduri anak yatim.
“Jurubicara KPA Pusat, Teungku Muksalmina telah mengeluarkan amaran seperti apa yang akan dilaksanakan dalam peringatan 4 Desember kali ini, semua anggota KPA di wilayah-wilayah harus mengikuti amaran tersebut,” ungkap Abu Razak.
Sebelumnya dalam pernyataan KPA Pusat yang ditujukan kepada KPA di wilayah menyebutkan, untuk terlaksananya kegiatan doa bersama, menziarahi kuburan anggota GAM yang meninggal saat konflik dan khenduri anak yatim dengan baik diharapkan kepada panitia pelaksana untuk melakukan koordinasi aktif dengan pihak-pihak terkait dan kepolisian setempat.
Dalam peringatan 4 Desember 2009 tidak dibenarkan mengadakan kegiatan lain di luar kegiatan yang telah diagendakan dan tidak boleh juga dilakukan pengibaran bendera. Terakhir ditegaskan, jika ada yang melakukan tindakan di luar ketentuan maka pelaku kegiatan tersebut akan bertanggungjawab kepada pihak yang berwajib. (002)