Singkil - Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah mengatakan, Aceh Singkil merupakan wilayah yang tidak mungkin dipisahkan dari Aceh karena latar belakang sejarah keberadaan kabupaten ini dengan dua ulama besar yang memberikan kejayaan kepada Aceh.
Syekh Abdurrauf As Singkili dan Hamzah Fansyuri, dua putra terbaik dari wilayah ini merupakan ulama besar kharismatik dalam sejarah Islam sebagai guru dalam perkembangan Aceh.
"Kedua ulama ini telah memberikan kemajuan dan kejayaan Aceh, sehingga Aceh dan Aceh Singkil tidak mungkin dipisahkan," ungkap gubernur usai melantik dan mengambil sumpah Safriadi SH dan Dulmusrid sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil dalam sidang paripurna khusus DPRK, Gedung dewan setempat, Selasa (17/7).
Untuk itu, kepada bupati dan wakil bupati yang akan menjabat hingga tahun 2017 ini diharapkan mampu memberikan kemajuan kepada daerah ini. Dengan demikian diharapkan kejayaan negeri batuah tempat kelahiran ulama besar sebagai bagian dari Aceh ini akan dapat diwujudkan.
Pasangan ini diharapkan lebih peka dan mampu menyerap aspirasi rakyat dan akan mampu mewujudkan pembangunan yang prorakyat. Berbagai masalah telah menunggu untuk dituntaskan.
Kepada seluruh masyarakat Aceh Singkil, gubernur meminta agar memberikan dukungan kepada pasangan bupati dan wakil bupati. Dengan potensi alam yang cukup melimpah, membutuhkan polesan sehingga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Disebutkan, potensi pariwisata yang sangat menawan terutama Pulau Banyak sangat potensial untuk terus dikembangkan. Begitu juga potensi perikanan yang cukup besar, di mana produksinya mencapai 5 ribu ton per tahun. Kemudian potensi perkebunan kelapa sawit dan pinang akan dapat lebih dikembangkan.
Bupati Pro Rakyat
Gubernur Zaini Abdullah memberikan pesan khusus kepada pasangan bupati yang dilantik, di antaranya agar bekerja sepenuh hati dan ikhlas dengan program pembangunan pro rakyat melalui peningkatan pelayanan publik.
Perhatian terhadap perkembangan Pulau Banyak yang akhir-akhir ini berkembang sinyalemen telah dijual kepada pihak asing.
Tetap menjaga kekompakan, komunikasi yang afektif dengan ulama dan elemen masyarakat lainnya.
Sementara terkait dengan sengketa lahan antara PT Nafasindo/Ubertraco dengan masyarakat, gubernur meminta agar segera diselesaikan dengan membuka komunikasi yang baik dengan masyarakat. Sengketa lahan diharapkannya akan selesai dengan pelaksanan pematokan permanen sebagaimana yang ditetapkan oleh BPN pusat.
Terkait dengan permasalahan SARA yang telah berkembang ke luar daerah bahkan hingga ke luar negeri, Zaini meminta agar segera dilakukan penanganan serius. "Lakukan penanganan bersama dengan pimpinan daerah dan muspida setempat," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Singkil Putra Arianto, SE yang memimpin sidang paripurna khusus menyampaikan pilkada di kabupaten ini berjalan damai dan demokratis. Telah berhasil memilih pasangan bupati untuk memimpin Aceh Singkil lima tahun ke depan.
Untuk itu, dia menyampaikan terima kasih khusus kepada Pj Bupati Ir Razali AR, M.Si terhadap dukungannya sehingga pilkada berjalan sukses.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Muspida Aceh Singkil, Wakil Bupati Pak-Pak Bharat Ir H. Maju Ilyas Padang, Wakil Walikota Subulussalam H. Affan Alfian Bintang, SE, Wakil Bupati Tapteng, sejumlah anggota DPRA, pejabat provinsi dan Aceh Singkil
[001-ANALISADaily]