Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Doto Zaini dan Muallem 100% NKRI: Penuh Khidmat Hormat Bendera Merah Putih


Doto Zaini dan Muallem 100% NKRI: Penuh Khidmat Hormat Bendera Merah Putih
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Jum`at, 17 Agustus 2012 12:12 WIB

Banda Aceh - Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Saat itu Soekarno-Hatta dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia telah merdeka dari penjajahan. Hal ini sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945, "Kemerdekaan itu ialah hak segala Bangsa, oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan."

Itulah bunyi kalimat pada pembukaan UUD 1945. Dimana tidak boleh ada penjajahan diatas permukaan bumi ini. Karena semua Negara dan Bangsa berhak menghirup udara merdeka tanpa ada lagi praktek penjajahan.

Hari inilah menjadi momentum yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia dalam meraih kemenangan. Artinya, 67 tahun silam, Indonesia mencatat sejarah bahwa telah terbebas dari segala bentuk penjajahan oleh Bangsa asing.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 67 terlihat sangat khitmat. Upacara yang dipusatkan di Blang Padang terlihat semua peserta upacara sudah berada dilokasi sejak pukul 07.30 WIB.

Meskipun mulanya, dari informasi yang The Globe Journal himpun dijadwalkan pukul 08.00 Wib. Namun, tanpa diketahui sebabnya molor hingga pukul 10.00 WIB.

Meskipun demikian tidak sedikitpun mengurangi khitmat para peserta upacara HUT RI mengikuti setiap prosesi upacara. Antusiasme peserta dan warga sekitar sangat terlihat. Memang, hari ini 17 Agustus 2012 merupakan hari yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia dan upacara di Aceh sangat didukung oleh cuaca.

Biasanya matahari panas mencapai 35 derajat celcius, namun hari ini terlihat udara sangat mendukung dikarenakan mendung.

Tepat pukul 09.45 Wakil Gubernur, Muzakir Manaf beserta rombongan tiba di lokasi panggung utama upacara. Ikut juga hadir bersama rombongan Wagub Aceh yaitu Ketua DPR Aceh, Hasbi Abdullah. Tak berselang lama kembali Gubernur Aceh, Zaini Abdullah selaku inspektur upacara tiba di lokasi.

Upacara pun dimulai, terdengar pembawa acara membacakan tata tertip upacara satu persatu. Semua pasukan upacara sudah pada posisi yang telah ditentukan sebelumnya.

Hal yang menarik, meskipun Zaini Abdullah baru pertama kali menjadi Inspektur upacara. Namun, ia tidak sedikit pun terlihat canggung. Seakan-akan ia sudah sangat berpengalaman menjadi Inspektur upacara.

"Ini pertama kali saya menjadi Inspektur upacara, ini juga bagian dari amanah Rakyat Aceh, sehingga saya bisa menjadi Inspektur upacara," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah usai upacara.

Boleh dikatakan ini menjadi sejarah pertama di Indonesia. Dimana mantan kombatan yang notabena dulunya sangat anti terhadap bendera Merah Putih. Dengan semangat MoU Helsinki dan semangat perdamaian seluruh kombatan yang dulunya dianggap pemberontak. Kini sudah kembali pada pangkuan ibu pertiwi.

Buktinya hari ini, Zaini Abdullah selaku Gubernur Aceh bersama Hasbi Abdullah Ketua DPR Aceh bersama-sama memimpin upacara HUT RI ke-67. Hasbi Abdullah yang merupakan adek kandungnya Zaini Abdullah juga ikut ambil bagian dalam prosesi peringatan tersebut. Kenapa tidak, ia juga membacakan teks proklamasi kemerdekaan saat upacara sedang berlangsung.

Demikian juga Zaini Abdullah bahkan menjadi Inspektur upacara dan dengan tegap dan gagah ia menghadap tiang bendera. Ia terus hormat terhadap sang saka Merah Putih ketika penggerek bendera sedang menaikkan Bendera pusaka Bangsa Indonesia.

Tak hanya itu, hal yang lebih menarik lagi, Muzakir Manaf yang kerap dikenal sebagai Panglima Perang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga ikut ambil bagian dalam HUT RI. Dengan seragam putihnya, terlihat begitu gagah duduk santai disamping kanan Zaini Abdullah.

Inilah kekuatan perdamaian dan juga perdamaian telah mempersatukan yang dulunya saling bertikai, kini bisa duduk bersanding. Ada Pangdam Iskandar Muda Zahari Siregar juga ikut berbaur bersama mereka. Terlihat begitu akrab dengan canda tawanya. Sangat kontras perbedaan ketika Aceh masih dalam suasana konflik. Mereka bahkan tidak akan pernah bisa bermimpi bisa duduk bersanding sambil berseda gurau.

Kini masa suram tersebut sudah berlalu. Rakyat Aceh kini sudah sangat menikmati perdamaian ini. Sehingga geliat ekonomi pun semakin meningkat, karena tidak ada lagi kekacauan. Keamanan semakin kondusif, tidak ada lagi terdengar terjadi kontak tembak maupun gangguan keamanan lainnya.

Hal ini seperti apa yang dijelaskan oleh Pangdam Iskandar Muda. Ia menuturkan bahwa ia merasa sangat nyaman saat ini. Persoalannya, di Aceh keamanan semakin kondusif dan sekarang tidak ada lagi terdengar ada kerusuhan atau gangguan keamanan lainnya.

"Ini merupakan suatu kenyamanan sendiri bagi saya selaku Pangdam, karena keamanan sudah kondusif, tidak ada hal-hal yang menganggu keamanan di Aceh," kata Zahari Siregar Pangdam Iskandar Muda Aceh.

Aceh memang sudah jauh lebih kondusif saat ini. Pengakuan ini juga bukan hanya datang dari internalnya Aceh. Dunia internasional juga mengakuinya bahwa Aceh sudah jauh lebih aman dan kondusif. Bahkan, menurut pengakuan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan oleh Zaini Abdullah. Bahwa Aceh saat ini menjadi model perdamaian Internasional. Aceh menjadi contoh proses menciptakan perdamaian dan mengakhiri konflik.

Ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Aceh. Aceh menjadi contoh dan model bagi Negara lain yang ingin mengakhiri konflik dengan kelompok pemberontak. "Ini menjadi kebanggaan bagi kita, mereka menglihat apa yang terjadi di aceh untuk seluruh internasional," ketus Zaini Abdullah.

Oleh sebab itu, kata Zaini Abdullah, tidak ada alasan bagi Pemerintah Aceh untuk tidak bisa membawa Aceh jauh lebih maju. Tugas berat itu saat ini sedang diemban oleh ZIKIR. Tentunya, tidak akan pernah berhasil cita-cita mulia tersebut ketika tidak saling mendukung dan membantu.

"Kita kedepan bagi Pemerintah Aceh harus yang pro-rakyat, semua untuk kepentingan rakyat dan harus sama-sama membangun Aceh," jelasnya kembali.

Foto-foto HUT RI ke-67 di Blang Padang: 

http://theglobejournal.com/foto/index.php

http://theglobejournal.com/foto/upacara-hut-ri-ke-67/index.php







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close