Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Politik»Anggaran Rp 95 T, Menhan Antisipasi Konflik Laut China Selatan


Anggaran Rp 95 T, Menhan Antisipasi Konflik Laut China Selatan
Senin, 21 September 2015 16:30 WIB
Kementerian Pertahanan kembali rapat dengan komisi I DPR membahas anggaran untuk tahun 2016 yang sebesar Rp 95,91 triliun. Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan anggaran itu akan difokuskan untuk perbaikan landasan di Natuna.

"Pembelian pesawat belum jadi prioritas, bukan tidak jadi, tapi ditunda. Yang penting hadapi situasi yang memanas di Laut China Selatan. Bagi kami nggak masalah dengan AS dan China, tapi sebagai negara besar (Indonesia) belum ada apa-apanya," ucap Ryamizard usai rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2015).

Menhan mengatakan kekuatan alutsista Indonesia sudah lumayan dengan adanya kapal laut dan pesawat. Namun terpenting adalah landasan untuk operasional alat tempur menghadapi sengketa di Laut China Selatan.

"Landasan yang penting, pesawat itu kan menghisap. Kalau krikil kehisap (pesawat) kan pecah mesinnya. Lalu nanti prajurit di pulau, bisa lihat kalau pakai drone yang bagus 50-60 Km bisa dilihat," ujarnya.

"Kalau hercules nggak masalah, batu bisa mental. Harus bisa landasan pesawat tempur dan pemburu. Lampu-lampu kita perbaharui, radar yang baru kita taruh di atas, drone juga. Lalu dihanggar, kapal ada tempat sandar, patroli agak pisah," imbuhnya soal beberapa perbaikan landasan itu.

Menhan menuturkan sudah meninjau kondisi pertahanan di Natuna, dan disimpulkannya belum memadai. Dia menyebut tidak ada masalah dengan Amerika dan China, tapi masalah itu muncul dari negara tetangga yang mengklaim pulau-pulau Indonesia.

"Yang tidak ada urusan (dengan Laut China Selatan) kan Singapura, Indonesia dan Myanmar. Tapi kalau Malaysia dan Brunei ada, Filipina dan Vietnam ada urusannya. Yang netral kan Indonesia dan Thailand, tapi ada yang berpihak ke Amerika dan China. Kalau blok-blok gitu bisa perang," ucap Ryamizard.


DETIK





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close