
Jakarta-Gaya kepemimpinan yang penuh pertimbangan membuat SBY sulit untuk membuat keputusan dalamwaktu cepat. Hal tersebut disampaikan mantan anggota dewan pertimbangan presiden (wantimpres) Adnan Buyung Nasution, Sabtu (26/5).
"SBY itu bukan tidak ingin berbuat, tetapi segala sesuatunya penuh akan pertimbangan. Dia tidak ingin memiliki musuh. Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mendesak beliau agar mau menjalankan apa yang saya sarankan," ujarnya.
Ia mengatakan sepanjang menjadi anggota wantimpres, waktu paling lama yang dibutuhkannya untuk meyakinkan presiden sekitar sepuluh hari. Adnan menjelaskan presiden tidak pernah langsung memutus apa yang ia sarankan, karena banyak pengaruh lain yang juga dijadikan pertimbangannya.
Ia mencontohkan saat ia memberikan saran terkait dengan organisasi Ahmadiyah. "SBY ragu akan saran saya, ia mendapat tekanan dari golongan yang mengatasnamakan agama. Saat itu, dua menterinya yaitu menteri dalam negeri (mendagri) dan menteri agama (menag) sudah menyiapkan SK pembubaran Ahmadiyyah," ucap Adnan yang menyatakan baru kali ini membuka kasus tersebut.
SK tersebut merupakan bentuk tekanan kepada presiden untuk mengikuti apa yang disarankan kedua menteri tersebut. "Akan tetapi, saya berujar kalau negara kalah dengan gerakan anarki yang mengatasnamakan agama, negara ini akan hancur."
Adnan meminta presiden agar tidak meneken SK tersebut. Karena, akan melanggar konstitusi dengan membatasi kebebasan seseorang berorganisasi.
"SBY setuju dengan pendapat saya, dan saya diminta bertemu langsung dengan kedua menterinya itu. Saat itu saya bertemu dengan kedua menteri tersebut dengan disaksikan Hatta Rajasa di kamar kerjanya," ceritanya.
Adnan menyatakan harus ada payung hukum terlebih dahulu untuk membubarkan organisasi. Setelah pertemuan itu, kedua menteri itu pun tidak lagi mendesak presiden untuk menandatangani SK. Adnan juga menyatakan dirinya yang menyarankan SBY agar memberantas korupsi dari tingkat atas, istana dan menteri-menterinya.
"SBY itu orang baik, terkesan ragu karena banyak sekali yang dia pertimbangkan," ujarnya. [003- MI]
