Banda Aceh - Teuku Muttaqin Mansur berhasil menjadi Presiden Mahasiswa Universiti Kebangsaaan Malaysia setelah dalam voting berhasil mengalahkan tujuh kandidat lainnya pada Kongres ke-IX Badan Kebajikan Pendidikan Mahasiswa Aceh Universiti Kebangsaan Malaysia (BAKADMA UKM) Sabtu (9/6) di Perpustakaan Tun Seri Lanang UKM, Bangi, Malaysia.
Sebelum dilakukan voting, peserta melakukan musyawarah untuk pemilihan Presiden. Karena tidak ada titik temu, panitia harus melakukan voting.
"Sedianya sesuai AD/ART lembaga, pemilihan akan dilangsungkan secara musyawarah, tetapi karena tidak ditemukan kata sepakat dan terus teradi perdebatan maka tidak ada jalan lain kecuali dengan voting," kata penasehat BAKADMA Dr Sabri.
Setelah dilakukan voting, Teuku Muttaqin yang juga mahasiswa S3 Fakulti Undang-undang berhasil mengungguli lawannya dengan perolehan 12 suara, disusul Fajrillah dan Zulfakar dengan sembilan suara, lalu disusul Muhammad Agus, Muhammadar, Misbah, Ihsan dan Hamdani.
Kongres yang dipimpin presidium sidang yang terdiri dari Muhammadar sebagai ketua, M Fazil sebagai wakil ketua dan Misbahul Jannah sebagai sekretaris berlangsung mulai 11.00 hingga 17.40 waktu Malaysia.
Usai pemilihan, Muttaqien berharap agar mahasiswa Aceh di UKM terus meningkatkan pengetahuan dan kekompakan agar dapat membawa nama harum Aceh di mata dunia.
Menurut dia, pengetahuan dan kekompakan adalah kunci utama bagi membangun bangsa.
"Meunyo saboh tarek u cot, saboh tarek u lhok pajan hase tabangun nanggroe (kalau satu sudah tarik ke bukit, satu membawa ke dalam kedalaman, kapan bisa membangun negeri-red),"terang Muttaqin yang juga dosen Fakultas Hukum Unsyiah.
Ke depan, kata dia, pihaknya akan menggelar Seminar Internasional yang bertajuk 'Lulusan Luar Negeri Apa Perannya Bagi Aceh' dan sekaligus akan membentuk Ikatan Alumni Mahasiswa UKM yang bertempat di Aceh Insya Allah dalam tahun ini juga.[rel]