Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Pendidikan»Susi Air Mulai Buka Sekolah Pilot untuk Tamatan SMA/SMK


Susi Air Mulai Buka Sekolah Pilot untuk Tamatan SMA/SMK
Minggu, 26 Mei 2013 13:55 WIB

PANGANDARAN — Mulai 2014, Susi Air akan merekrut tamatan SMA/SMK berprestasi untuk dididik jadi pilot di Susi Flying School.

Untuk angkatan pertama akan direkrut 80 siswa dengan rincian 40 siswa asal Jabar dan 40 siswa lainnya akan direkrut dari provinsi lain di Indonesia.

"Untuk operasional sekolah penerbangan ini kami masih menunggu izin operasional dan sertifikasi dari Departemen Perhubungan. Diperkirakan pertengahan tahun depan Susi Flying School sudah beroperasi dan merekrut siswa untuk dididik jadi pilot," ujar Direktur Operasional Susi Air (ASI Pujiastuti Aviation), Christian von Strombeck seusai peresmian Susi Air Training Center di Pangandaran, Jumat (24/5/2013).

Selain sudah mempersiapkan berbagai sarana, termasuk ruang belajar dan asrama, sarana lainnya, Susi Flying School juga sudah mempersiapkan 12 pesawat jenis Cesnna untuk latihan terbang.

Mereka yang akan direkrut jadi siswa sekolah penerbang Susi Flying School, kata Christian, adalah tamatan SMA/SMK yang berprestasi, menguasai bidang ilmu pasti, dan diutamakan yang mahir berbahasa Inggris. Mereka yang direkrut juga harus memiliki tinggi badan yang memenuhi standar dan sehat jasmani dan rohani.

"Bagi yang kurang menguasai Bahasa Inggris akan ada kursus tambahan. Untuk calon siswa tentu harus melalui serangkaian testing," kata Christian.

Dibukanya sekolah penerbang dan sekolah pilot Susi Air, menurut Christian, didasari kenyataan langkanya tenaga pilot di Indonesia.

Dengan 32 pesawat yang menjalani rute terbang 400 dari 700 bandara di Indonesia, kata Christian, Susi Air telah memiliki 180 orang pilot.

"Dari 180 pilot tersebut hanya tiga orang pilot dalam negeri, lebihnya dari berbagai negara. Dari kenyataan itulah Susi Flying School akan mendidik putra putri Indonesia untuk menjadi pilot dengan beasiswa khusus," ujarnya.

Susi Air Training Center diresmikan oleh Pj Bupati Pangandaran Drs H Enjang Naffandi MSi dan Preskom Susi Air Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, Jumat (24/5/2013). Susi Air Training Center dilengkapi simulator pesawat terbang Grand Caravan. Dipakainya simulator Gran Caravan di Susi Air Training Center menjadi yang pertama Asia.

Susi Air memulai penerbangan komersialnya (carteran maupun penerbangan tiket penumpang) pada tahun 2004. Diawali dengan pembelian pesawat untuk mengangkut ikan terutama lobster dalam kondisi segar.

Pesawat Susi Air juga menjadi pesawat pertama yang masuk lokasi bencana tsunami Aceh tahun 2004 untuk mengirim obat-obatan, bantuan, dan relawan. Kini pesawat Susi Air mencapai 32 buah dengan merajai penerbangan perintisan dan penerbangan pedalaman di Papua, Kalimantan, dan Sumatera. Pada 2013-2014, Susi Air menargetkan menambah 5 pesawat baru. [kompas]






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close