Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Pendidikan»Pemerintah Harus Segera Benahi Persoalan Guru Honor


Pemerintah Harus Segera Benahi Persoalan Guru Honor
Senin, 07 September 2015 08:44 WIB

Jakarta- Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mendesak pemerintah untuk segera membenahi persoalan guru honorer. Karena jumlah guru honorer di Indonesia sangat besar, mencapai 1,7 juta jiwa.

“Pemerintah, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus segera ambil tindakan. Karena jumlahnya saat ini sudah sedemikian besar, yakni 1,7 juta guru,” kata Ketua Umum PGRI, Sulistiyo usap rapat koordinasi nasional (Rakornas) PB PGRI, di Jakarta, Sabtu (5/9).

Sulistiyo menjelaskan, terjadinya guru honorer yang melimpah tersebut karena kebijakan nol yang diterapkan pemerintah dalam perekrutan calon pegawai negeri sipil (PNS). Untuk menutupi kekurangan guru, sekolah lalu mempekerjakan lulusan perguruan tinggi sebagai honorer.

“Pemerintah seharusnya tak membuat kebijakan seadanya untuk mengatasi masalah guru. Tak hanya soal kualitas, tetapi juga kesejahteraannya,” ucapnya.

Sulistiyo menilai, kebijakan pemerintah yang tak jelas membuat nasib guru honorer menjadi terkatung-katung hingga kini. “Saya lihat Pemerintah lebih fokus pada peluncuran gerakan-gerakan, belum menyentuh hal-hal yang menjadi inti persoalan di dunia pendidikan,” katanya.

Ia menilai, persoalan guru honorer akan berlanjut, jika pemerintah tidak segera mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi masalah kekurangan guru.

“Guru honorer sebenarnya bukan kebijakan yang tepat untuk mengatasi kekurangan guru. Karena proses rekrutmennya mungkin tak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah. Tetapi keberadaan mereka tak boleh dibiarkan berlarut-larut, apalagi mereka dibayar dengan honor seadanya,” ucap Sulistiyo.

Sulistyo menyebutkan, hasil kunjungannya ke sejumlah daerah pihaknya menemukan banyak guru honorer yang dibayar jauh dari upah minimum provinsi. Bahkan tak sedikit guru yang hanya dibayar Rp 200 ribu per bulan.

“Padahal jika dilihat jam kerjanya, tidak ada perbedaan antara guru honorer dengan guru PNS,” ujarnya.

Meski kerjanya sama seperti guru PNS, guru honorer statusnya tidak jelas sehingga peraturan tentang guru dan dosen 2015 yang menetapkan semua guru harus mendapatkan sertifikasi, tidak dapat dilaksanakan jika statusnya masih belum jelas.

“Pengabdian guru honorer selama ini karena panggilan jiwa, meskipun keadaannya memperhatinkan. Kondisi ekonomi yang sulit sehingga tidak jarang ditemui guru honorer bekerja menjadi pencari batu akik atau tukang ojek untuk memenuhi kebutuhannya,” tuturnya.

Menurut sulistiyo, kondisi yang ada saat ini terkesan pemerintah tengah menzhalimi guru honorer. Karena membuat nasibnya terkatung-katung dengan kesejahteraan yang sangat minim. I Suara Karya






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close