Jantho – Sejumlah warga Aceh Besar yang tinggal di Kecamatan Lembah Selawah tak khawatir dengan adanya desas-desus intimidasi jelang Pemilukada 9 April mendatang. Meski mengaku belum mengetahui para kandidat kepala daerahnya dengan baik, namun intimidasi dan politik uang takkan mempengaruhi kebijakannya dalam menentukan pilihan politik.
“Kalau ada kandidat yang datang ke rumah kami lalu ngasih uang, minyak, sajadah, bahkan kalender, ya kami ambil. Tapi soal pilihan, suka-suka kamilah,” ujar Neti Herawati perempuan asal Desa Gampong Teladan, Lembah Seulawah Aceh Besar dalam sosialisasi pendidikan pemilih yang diadakan oleh LSM Beujroh di kecamatan Lembah Seulawah, Kamis (8/3).
Masih menurutnya, pada dasarnya budaya “beri-memberi” dalam momentum Pemilukada merupakan hal yang sering dan terus saja terjadi. Diakuinya, kadang kala secara personal pemberian seperti itu juga mempengaruhinya untuk memilih kandidat yang memberikan barang tertentu. Namun dengan pengalaman Pemilu dan Pilkada, kini dirinya merasa tak menghiraukan lagi persoalan itu.
“Pilihan hari H rahasia,” katanya ringkas.
Dalam kesempatan yang sama Siti Aminah warga Lon Asan di kecamatan yang sama menambahkan, sosialisasi pendidikan pemilih memang dianggap sangat penting, khususnya bagi perempuan. Meski mayoritas perempuan yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah para perempuan yang sudah berpengalaman dalam Pemilukada, namun masih saja ada yang salah dalam teknik pemilihan.
Lain lagi soal ketidaktahuan pihaknya soal kandidat pemilukada. “Sosialisasinya minim. Kami belum kenal dengan mereka. Apalagi program-programnya,” pungkas perempuan berkacamata ini.
Sementara itu, Program Manager Beujroh Henny Ulva mengharapkan para perempuan yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi duta untuk menyebarkluaskan informasi cara memilih yang benar. “Ini bukan teknik memilih saja. tapi juga kenali kandidatnya. Kalau ada yang sudah kenal, berbagilah dengan yang lain,” pintanya. [005-Foto Ilustrasi Wordpress]