
Gereja Terbesar Kanada Boikot Produk Israel
Bagaimana Supaya Indonesia Bisa Maju Seperti Korsel?
Festival Budaya Kalteng Tahun Ini Lebih Hemat
Disbudpar Banda Aceh di Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2013"Banyak guru-guru disekolah yang menjalankan konseling bukan background lulusan bimbingan dan konseling, akan tetapi guru-guru mata pelajaran yang sangat jauh berbeda pembelajarannya dengan Bimbingan dan konseling itu sendiri,"kata Safrizal.
Peserta terdiri dari berbagai elemen mulai dari guru, mahasiswa, umum serta hadir perwakilan dari Universitas Jabal Ghafur Sigli dan Unsyiah serta juga ikut perwakilan dari negara jiran Malaysia.
Pemateri diantaranya Dr. M. Jamil Yusuf, M.Pd (dosen senior Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry), Hetty Zuliani, M.Pd (Wakil Ketua ABKIN-Asosiasi Bimbingan Konseling ) Aceh, Kurniawan, M.Pd, Kons ( praktisi bimbingan konseling di sekolah).
Pemateri menyampaikan berbagai hal teknis penyelenggaraan bimbingan dan konseling yang seharusnya dilaksanakan oleh guru disekolah. Dr. M Jamil Yusuf menyampaikan Tema Pengembangan Profesionalisasi konseling untuk menghadapi tantangan masa depan.
M Jamil mengatakan bahwa,“Setiap anggota profesi hendaknya menyadari dan memahami makna motivasi dalam upaya mengwujudkan cita-cita diri yang telah memilih profesi konseling, motivasi merupakan kekuatan internal dalam diri anggota profesi untuk melakukan yang terbaik”.
Pemateri kedua Hetty Zuliani yang juga saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua ABKIN juga menyampaikan bahwasanya setiap sekolah yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar menjalankan peraturan Menteri Diknas No. 27 tahun 2008, tentang Standar Kualifikasi akademik Konselor, yang mengharuskan setiap sekolah memiliki guru bimbingan konseling.
Sedangkan pemateri ketiga Kurniawan, M.Pd, Kons mengatakan bahwa seorang konselor sangat dibutuhkan oleh pihak sekolah dalam menjalankan proses mengajar karena membantu siswa dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat serta membantu siswa dalam membantu masalah pribadi, kehidupan sosial dan belajar siswa.
Seminar konseling ini dibuka oleh Jasmadi Ali, M.Psi yang mewakili Jurusan TKI/BK IAIN Ar-Raniry, dalam sambutannya beliau menyambut baik acara ini sebagai sebuah moment untuk mengupasa masalah pendidikan di Aceh yang secara spesifik membahas tentang konseling yang sangat dibutuhkan sekolah dalam menghasilkan anak didik yang berkualitas dan berkompeten di era globalisasi saat ini. [rel]
Sabtu, 25 Mei 2013 11:29 WIBDisbudpar Banda Aceh di Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara 2013
Sabtu, 25 Mei 2013 11:46 WIBFestival Budaya Kalteng Tahun Ini Lebih Hemat