Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Opini»Tiga Golongan Politik Nagan Raya di Pilkada 2017


Tiga Golongan Politik Nagan Raya di Pilkada 2017
Sabaruddin Akbar I Peminat Kajian Sosial Politik
Minggu, 20 September 2015 21:00 WIB

Walaupun tahapan Pilkada serentak baru akan digelar pada awal tahun 2017. Pergerakan politik oleh elit-elit di Nagan Raya mulai terasa meningkat. Banyak dari elit politik sudah mulai menjagokan calonnya masing-masing , bahkan ada beberapa bakal calon sudah terang- terangan meminta dukungan dengan cara bertemu  kelompok-kelompok masyarakat dan tokoh tertentu dengan dalih silaturrahmi.

Nama yang paling santer terdengar seperti Teuku Raja Kemangan , Djasmi Has, Samsuardi , H.M.Jamin Idham, H.Asib Amin, Ir.H.Tripoli, dan Chalidin Oesman.

Walau demikian, dari nama-nama yang ada, belum ada satupun diantara mereka yang mendapatkan dukungan secara resmi dari partai politik. Kalkulasi dukungan partai politik sampai dengan saat ini memang belum bisa dipastikan apalagi mengingat hampir semua partai politik tidak bisa mengajukan calon nya sendiri, kecuali partai Golkar. Sedangkan partai lain sebut saja PAN, DEMOKRAT, PA, PNA GERINDRA, PKS,PDI-P dan NASDEM  koalisi adalah pilihan yang tidak dapat dihindarkan .

Sebenarnya bukan perkara yang sulit untuk menebak arah koalisi yang akan terjadi dalam ajang pilkada Nagan Raya 2017 mendatang , berdasarkan sinyal dari elit politik, peta koalisi dukungan  partai  dapat dibagi menjadi  tiga kelompok.  Serta tidak menutup kemungkinan akan lahir pasangan dari perseorangan.

Dari nama yang ada , figur Teuku Raja Keumangan alias TRK  kabarnya akan didukung oleh partai Golkar  sekaligus akan mendapatkan restu penuh dari penguasa birokrasi Nagan Raya yang tak lain adalah abang kandungnya sendiri. Hal ini mengingat  kursi partai Golkar  sudah cukup untuk mengusung  satu pasangan calon. Maka bisa dipastikan TRK adalah figur yang sudah valid maju dalam Pilkada 2017. Namun untuk menambah kekuatan tidak menutup kemungkinan Golkar akan mengajak partai PKS dan PDI-P sebagai koalisinya. Koalisi ini boleh disebut  dengan nama koalisi pendukung petahana alias Incumbent.

Kemungkinan koalisi kedua adalah partai Demokrat,PAN  dan Nasdem , gabungan partai ini –dari kabar yang beredar- akan mengusung  H.M. Jamin Idham (Wakil Bupati sekarang) sebagai bacabup dan Djasmi Has sebagai cawabup.  Bila koalisi ini benar  terjadi  maka sudah bisa dipastikan pasangan ini akan memberikan persaingan tersendiri  bagi kelompok pro Incumbent koalisi ini boleh disebut sebagai koalisi oposisi yang mampu mengimbangi lajunya figur yang didukung oleh kelompok Golkar.

Koalisi berikutnya adalah Partai Aceh (PA),Gerindra dan PNA, dari kursi yang dikuasai dari gabungan partai tersebut memiliki satu tiket untuk pasangan calon yang akan didukungnya. Namun kepastian dukungan akan diberikan kepada siapa, masih simpang siur. Pasalnya ada banyak figur dikelompok ini, sebut saja  H. Asib Amin, Tripoli, Samsuardi (juragan).

Menariknya dari nama- nama figur kelompok ini adalah semua telah pernah menjadi calon bupati dalam ajang pilkada Nagan Raya masa periode sebelumnya. Bila koalisi ini terbentuk maka boleh jadi  kita sebut  ini koalisi “penasaran” .

Dalam pandangan penulis, dari tiga kelompok koalisi yang ada, membuat sebagian masyarakat merasa tidak puas karena figur yang ditawarkan itu – itu saja. Tidak ada orang baru dalam arti belum pernah punya track record kurang bagus di mata masyarakat.  Masyarakat menginginkan adanya calon arternatif  atau figur baru yang mampu mengerakkan semua elemen yang ada di Nagan Raya.

Dengan adanya figur baru diharapkan mampu membuat terobosan-terobosan dan terwujudnya perubahan yang mendasar di Nagan Raya. Akankah partai politik di Nagan mencari tokoh baru sebagai alternatif? Ataukah mereka tetap bertahan dengan politisi “gaek” yang kinerja sudah bisa dibaca oleh masyarakat? Pantas ditunggu.

Penulis bisa dihubungi via email: infohokahoki@gmail.com






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close