SerambiOpiniNetralitas Media, Kunci Pilkada Damai di Aceh
Netralitas Media, Kunci Pilkada Damai di Aceh
Ronald Surbakti | Pengamat Politik
Minggu, 12 Februari 2012 00:00 WIB
Di tengah pesatnya perkembangan media massa saat ini, masyarakat akan meninggalkan media massa provokatif dan tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Karenanya, media massa harus bisa tampil menyejukan, bukan sebagai alat provokasi bagi masyarakat dalam kondisi apapun. Terlebih lagi dalam kondisi Aceh menghadapi Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) 2012.
Media harus bisa memberikan pendidikan politik yang benar, bukan memprovokasi atau berpihak pada salah satu calon peserta Pilkada. Masyarakat saat ini sudah cerdas dan melek informasi. Karenanya media-media yang berpihak kepada kandidat akan bisa diketahui.
Untuk itu, netralitas media massa sangat diharapkan. Sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar. Bagi kandidat kepada daerah sendiri, bisa dikatakan, siapa yang berhasil membuat simpati masyarakat dialah yang dipastikan bisa menjadi pemenang Pilkada.
Netralitas wartawan dan media massa sangat perlu. Apalagi mengingat kondisi Aceh seperti sekarang ini. Jangan sampai karena tidak netral dan berita yang provokatif, semakin membuat Aceh menjadi tidak aman dan nyaman.
Perdamaian di Aceh ini juga sangat tergantung kepada pemberitaan media massa.Gaya komunikasi dari para calon biasanya memanfaatkan media.
Jika media tidak hati-hati, bisa saja media tersebut terjebak dan akhirnya berpihak pada kandidat tertentu tersebut. Namun, bila media bisa memainkan perannya, maka dia akan bisa tampil netral.
Kita berharap dengan semakin membaiknya kualitas SDM wartawan Aceh, maka pemberitaannya pun akan terus membaik, sehingga bisa menjaga netralitas dan tidak berpihak pada siapapun juga.