
Demi Karier, Neymar Harus Tinggalkan BrasilKuala Lumpur- Badan sepak bola Asia pada Jumat menyambut hangat keputusan pencabutan larangan kepada pesepak bola putri untuk mengenakan penutup kepala selama pertandingan, dengan mengatakan tindakan tersebut "tepat waktu."
Dewan asosiasi sepak bola internasional (IFAB) pada Kamis mencabut pelarangan penggunaan penutup kepala Muslimat atau jilbab, yang sebelumnya dinyatakan tidak aman dan meningkatkan risiko cedera leher.
Berbagai kritik menyatakan bahwa pelarangan penggunaan penutup kepala itu telah mempromosikan ketidaksamaan di olahraga paling populer di dunia, dan menitik beratkan bahwa desain-desain baru penutup kepala yang menggunakan velcro telah menghapus risiko cedera leher.
Presiden Konfederasi Sepak bola Asia (AFC), Zhang Jilong, pada pernyataannya mengatakan bahwa pencabutan larangan tersebut merupakan
"hal yang tepat" untuk dilakukan dan "tindakan yang tepat waktu."
"Saya sangat gembira mendengar larangan penggunaan penutup kepala telah dicabut. Atas nama komite eksekutif AFC dan keluarga sepak bola Asia, saya menghargai IFAB dan FIFA yang telah melakukan hal yang tepat," kata Zhang.
Ia menambahkan bahwa penutup kepala "lebih merupakan simbol kebudayaan dibanding (simbol) agama."
Zhang saat ini sedang berada di Kuwait untuk menghadiri pertandingan final Kejuaraan Klub Futsal AFC. Markas AFC berada di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia yang dihuni mayoritas warga Muslim.
FIFA berada dalam tekanan untuk mencabut pelarangan itu pada 2007, setelah seorang gadis 11 tahun di Kanada dilarang menggunakan jilbab untuk alasan keselamatan.
Pada 2011, tim Iran didiskualifikasi karena menolak melepaskan penutup kepala mereka sebelum pertandingan melawan Yordania, di putaran kedua kualifikasi Olimpiade 2012. [003-antara]
Selasa, 21 Mei 2013 20:18 WIBPesawat AS Yang Mendarat di Aceh Itu Memang Kesasar