THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Olahraga»Aceh dan 7 Kontingen PON Masih Bermasalah


Aceh dan 7 Kontingen PON Masih Bermasalah
Minggu, 05 Agustus 2012 16:20 WIB

Jakarta - Sekitar satu bulan lagi PON XVIII akan digelar. Tapi masih banyak hal yang harus segera dibereskan. Diantaranya ada­lah mengenai entry by name kontingen peserta.

Pertengahan Juli lalu Ko­misi keabsahan PB PON Riau telah melakukan verifikasi entry by name kontingen peserta PON XVIII. Dari 33 kontingen hanya 12 kon­tingen termasuk tuan rumah Riau yang tak bermasalah dan delapan kontingen lain­nya bermasalah perlu disi­dang­kan. Sedangkan sisanya 10 kon­tingen belum mela­ku­kan konfir­masi dan tiga kon­tingen masih da­lam proses verifikasi.

Menurut Ahmad Syah Harrofie Wakil Ketua I Bi­dang Pertandingan PB PON, kedelapan kontingen yang bermasalah tersebut adalah Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Jawa Ti­mur, Kalimantan Barat, Ka­limantan Tengah dan Jawa Tengah.

"Masalah ini harus diselesaikan dan disidangkan komisi keabsahan di Jakarta secepat mungkin," ujar Ah­mad Syah.

Kontingen yang dikatego­rikan tidak bermasalah ada­lah Riau, Gorontalo, Jambi, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Kepu­lauan Riau, DI Jogjakarta, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Suma­tera Selatan dan Papua. Sementara tiga kontingen yang dalam proses verifikasi adalah Banten, Kaliman­tan Timur dan Kali­mantan Selatan.

 

Tak hanya entry by name yang masih bermasalah, ve­nue pertan­dingan ternyata belum sepenuhnya siap. Pro­gres pengerjaan venue selam kolam di TPI Purnama, Du­mai misalnya yang sampai saat ini masih stagnan. Tidak ada perkem­bangan berarti hingga sebulan jelang pertandingan PON. Hal tersebut diketahui dari kunjungan Panitia Besar (PB) PON dan tim Technical Delegate (TD), Selasa (31/7) lalu.

Menurut Ketua I PB PON Riau, Emrizal Pakis, dalam tinjauan tersebut memang tidak dikhusus­kan di selam saja, namun juga gan­tole dan tenis meja. Tapi dari tiga venue tersebut, selam laut masih sangat mengecewakan progresnya.

"Banyak catatan yang kami berikan kepada pihak Pelindo Dumai yang bertanggung jawab mengerjakan venue selam di Du­mai. Pasalnya tenda untuk tempat duduk penonton, tangki air, dan penerangan berupa genset, hingga kini belum ada kegiatan pengerjaan untuk memenuhi beberapa item tersebut," beber Emrizal. Menurut dia, pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat, namun tidak ada jawaban.

Karenanya PB PON mengha­rap­kan adanya konsistensi Pelindo dan berperan aktif menyukseskan PON dengan bantuan yang diha­rap­kan dari mereka tersebut. Peran serta PT Pelindo dalam pem­ba­ngun­an venue selam di Dumai sebelumnya sudah disepakati sejak Februari lalu.

Sementara itu, terkait penggu­naan Bandar Pinang Kampai, Du­mai sebagai venue gantole, me­nurut Emrizal tidak ada kendala sebab Bandara tersebut sudah digunakan sehingga nanti ketika pertandingan digelar disesuaikan dengan penggunaan Bandara.

"Kalau ada aktifitas Bandara seperti penerbangan maka pertan­dingan disesuaikan agar tidak mengganggu. Cabor tenis meja yang dibantu Chevron sudah tidak ada masalah dan siap digu­nakan," paparnya.

 

[001-PadangExpress]






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close