
Besok Kapolda Luncurkan Mobil 'Meupep-pep'Jakarta - Sekitar satu bulan lagi PON XVIII akan digelar. Tapi masih banyak hal yang harus segera dibereskan. Diantaranya adalah mengenai entry by name kontingen peserta.
Pertengahan Juli lalu Komisi keabsahan PB PON Riau telah melakukan verifikasi entry by name kontingen peserta PON XVIII. Dari 33 kontingen hanya 12 kontingen termasuk tuan rumah Riau yang tak bermasalah dan delapan kontingen lainnya bermasalah perlu disidangkan. Sedangkan sisanya 10 kontingen belum melakukan konfirmasi dan tiga kontingen masih dalam proses verifikasi.
Menurut Ahmad Syah Harrofie Wakil Ketua I Bidang Pertandingan PB PON, kedelapan kontingen yang bermasalah tersebut adalah Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nangroe Aceh Darussalam, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Jawa Tengah.
"Masalah ini harus diselesaikan dan disidangkan komisi keabsahan di Jakarta secepat mungkin," ujar Ahmad Syah.
Kontingen yang dikategorikan tidak bermasalah adalah Riau, Gorontalo, Jambi, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, DI Jogjakarta, Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan dan Papua. Sementara tiga kontingen yang dalam proses verifikasi adalah Banten, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Tak hanya entry by name yang masih bermasalah, venue pertandingan ternyata belum sepenuhnya siap. Progres pengerjaan venue selam kolam di TPI Purnama, Dumai misalnya yang sampai saat ini masih stagnan. Tidak ada perkembangan berarti hingga sebulan jelang pertandingan PON. Hal tersebut diketahui dari kunjungan Panitia Besar (PB) PON dan tim Technical Delegate (TD), Selasa (31/7) lalu.
Menurut Ketua I PB PON Riau, Emrizal Pakis, dalam tinjauan tersebut memang tidak dikhususkan di selam saja, namun juga gantole dan tenis meja. Tapi dari tiga venue tersebut, selam laut masih sangat mengecewakan progresnya.
"Banyak catatan yang kami berikan kepada pihak Pelindo Dumai yang bertanggung jawab mengerjakan venue selam di Dumai. Pasalnya tenda untuk tempat duduk penonton, tangki air, dan penerangan berupa genset, hingga kini belum ada kegiatan pengerjaan untuk memenuhi beberapa item tersebut," beber Emrizal. Menurut dia, pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat, namun tidak ada jawaban.
Karenanya PB PON mengharapkan adanya konsistensi Pelindo dan berperan aktif menyukseskan PON dengan bantuan yang diharapkan dari mereka tersebut. Peran serta PT Pelindo dalam pembangunan venue selam di Dumai sebelumnya sudah disepakati sejak Februari lalu.
Sementara itu, terkait penggunaan Bandar Pinang Kampai, Dumai sebagai venue gantole, menurut Emrizal tidak ada kendala sebab Bandara tersebut sudah digunakan sehingga nanti ketika pertandingan digelar disesuaikan dengan penggunaan Bandara.
"Kalau ada aktifitas Bandara seperti penerbangan maka pertandingan disesuaikan agar tidak mengganggu. Cabor tenis meja yang dibantu Chevron sudah tidak ada masalah dan siap digunakan," paparnya.
[001-PadangExpress]
Sabtu, 15 Juni 2013 20:04 WIBAntara Mujahid Suriah dan Mujahid Aceh
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh