Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Lingkungan Hidup»Tahun 2030 Hutan Sumatra Punah


Tahun 2030 Hutan Sumatra Punah
Afifuddin Acal | The Globe Journal
Senin, 19 November 2012 12:07 WIB

Banda Aceh - Penelitian Bank Dunia memprediksikan hutan di Sumatra bila tidak dikelola dengan baik dan berkesinambungan tahun 2030 akan punah dan rusak total. Kepunahan ini dipastikan akan sangat berdampak pada perubahan iklim di dunia yang sedang terjadi.

Ini disampaikan oleh Ketua Strengthening Integrity and Accountability Program II (SIAP II), Hanif dalam sambutannya pada acara Training Jurnalis Investigasi Senin (19/11) di Hermes Palace Hotel.

Tentunya tidak ada satu orang pun yang berkeinginan itu terjadi.  Apa lagi ditingkat internasional saat ini sangat konsen menyelamatkan hutan agar tidak terus terjadi perubahan iklim. Maka diperlukan upaya pencegahan secepat mungkin. Ini agar efek buruk tersebut tidak terjadi di masa yang akan datang dan segera bisa dicegah.

Selebihnya, kata Hanif, perubahan iklim juga menjadi persoalan utama yang disorot oleh dunia. Negara-negara yang memiliki hutan yang luas menjadi perhatian khusus agar mengelola hutan dan melakukan redesain kembali hutan. Diantaranya Aceh yang masih memiliki hutan yang lebat dan menjadi paru-paru dunia harus segera diselamatkan.

Ditambah lagi menurut data yang dikeluarkan oleh Transparansi Internasional Indonesia (TII). Model korupsi di Indonesia tingkat ke-4 itu berada pada sektor kehutanan. Ini  tentunya akan sangat mengkhawatirkan bila tidak segera diatasi.

Oleh sebab itu, agar ini tidak terus terjadi yang berakibat fatal terhadap perubahan iklim di dunia. Jalan keluarnya perlu ada penekanan dari publik agar kebijakan kehutanan bisa segera diantisipasi oleh Pemerintah.

Menurut Hanif, penting adanya keterlibatan penuh dari media untuk terus memberitakan sebagai upaya penekanan dari publik. Hal ini telah terbukti sebagaimana yang pernah terjadi kriminalisasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Berkat penekanan dari publik, kata Hanif, sehingga Pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi hal tersebut.

Beranjak dari situlah, ungkap Hanif kembali, membuat sebuah Training Jurnalis Investigasi khusus kehutanan. Harapannya ancaman punahnya hutan di tahun 2030 bisa teratasi mulai sekarang. Baik dari pemberitaan sebagai bentuk kontrol sosial, maupun akan keluar kebijakan yang melindungi hutan.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda
AYAM LEPAS

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close