
SPBU Mulai Dijaga Ketat Polisi Berpakaian Preman dan Dinas
Masyarakat Pidie Sudah Beli Bensin Rp. 6000 Sejak 2012Aceh Utara - Pasang purnama yang melanda Aceh sejak berapa hari ini, menjadi petaka bagi petani tambak, nelayan dan petani garam. Seperti yang di pantau The Globe Journal di Aceh Utara dan Aceh Timur. Di Aceh Timur, pasang purnama itu yang disertai ombak tinggi mengakibatkan sejumlah tambak milik petani jebol, sehingga ratusan ekor ikan bandeng hanyut terbawa ombak ke muara.
"Tambak milik saya yang berisi ikan bandeng pada hanyut semuanya ke sungai akibat di terjang gelombang pasang purnama yang mengakibatkan tanggul jebol," ungkap salah seorang pemilik tambak di Madat, Aceh Timur, Syukri Thaib (41) Sabtu (09/6).
Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Acheh Future, Razali, kepada The Globe Journal menjelaskan, pasang purnama di bulan Ra'jab tahun ini telah melanda sebagian Aceh sejak seminggu yang lalu. Fenomena ini membuat petani tambak mengalami kerugian ratusan juta.
Menurut pantauan Acheh Future yang turun langsung ke lokasi di gampong tersebut, ratusan petak tambak yang sudah siap panen tanggulnya jebol akibat diterjang pasang purnama. Ditaksirkan kerugian mencapai ratusan juta.
"Saya langsung turun ke lokasi untuk memantau, kondisinya pun memprihatinkan. Masyarakat mengharapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara juga dinas yang terkait, dapat menanggulangi musibah ini, supaya pertumbuhan ekonomi masyarakat petani tambak bisa normal kembali seperti sebelumnya," sebut Razali.
Ssementara masyarakat di Kecamatan Seunuddon, meminta Pemkab Aceh Utara untuk menanggulangi pasang purnama ini dengan cara meletakkan batu pemecah ombak sejauh enam kilometer. "Kami meminta Pemkab untuk meletakkan batu pemecah ombak di pesisir laut Ulee Rubek dan enam pesisir lainnya,"sebut Geuchik Ulee Rubek, Seunoddon, Badlisyah Yahya.
Sabtu, 15 Juni 2013 20:04 WIBAntara Mujahid Suriah dan Mujahid Aceh
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh