Pemkab Abaikan Kuala Dangkal, Masyarakat Terpaksa Mandiri
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Jum`at, 06 Juli 2012 21:51 WIB
Aceh Utara- Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dinilai telah mengabaikan kesejahteraan masyarakat Lapang, Aceh Utara. Pasalnya, sudah berjalan tujuh tahun lamanya, Pemkab setempat sama sekali tidak memperhatikan kondisi kuala cangkoi yang kian dangkal. Padahal, usulan warga Lapang terkait pembangunan kuala tersebut sudah berulang kali diusulkan kepada Pemerintah Kabupaten agar dilakukan pengerukan. Namun, pemerintah terkesan tidak menggubris.
Akibatnya, pada Jum'at pagi (06/7) hingga jelang magrib, masyarakat se-kecamatan Lapang terpaksa bergotong royong massal untuk melakukan pengerukan pada kuala yang sudah dangkal itu. seperti yang disampaikan oleh Mansur Abdullah (35) kepada The Globe Journal, gotong royong massal itu dengan pengerukan kuala baru yang sudah dangkal dilakukan atas kesepakatan masyarakat dari Desa Kuala Cangkoi dan Desa Matang Baroh juga dibantu oleh Muspika Kecamatan Lapang.
"sudah berjalan tujuh tahun ini, pemerintah tidak merespon terhadap prasarana dan sarana pengembangan ekonomi terutama masyarakat nelayan yang ada di Lapang. salah satunya sejak Kuala dangkal, sejumlah boat nelayan banyak yang rusak dan tenggelam karena bagian bawah boat terkena tanah yang dangakl,"Kata Mansur. Sementara menurutnya, dangkalnya Kuala tersebut terjadi sejak pasca Tsunami 2004 lalu.
"sebelumnya, pada masa jabatan Pj Bupati Aceh Utara, H. M. Ali Basyah, pihaknya sudah pernah meninjau langsung ke kuala ini. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi apapun. Kami sangat berharap kepada Bupati terpilih yang baru saja di lantik, untuk lebih peduli dengan nasib kami para nelayan terutama kami yang ada di kecamatan Lapang," Imbuh Mansur.
Berkaitan dengan hal tersebut, Camat Lapang, Maksum Isa, mengatakan, pihaknya juga telah berupaya mengusulkan segala usulan ke Pemkab Aceh Utara. Namun, akibat belum ada tanggapan dari Pemkab, ia mengaku sudah sangat lelah mengurus usulan itu hingga berulang kali. "mulai tahun 2005 lalu pasca tsunami, telah kami usahakan pengusulan kepada pemkab. Bagaimana pun saya akan berusaha lagi demi memperbaiki ekonomi warga. Sementara pihak warga Lapang harus bergotong royong demi fungsional sesaat sambil menunggu tanggapan realisasi dari Pemkab,"Kata Maksum Isa saat dihubungi The Globe Journal, Jum'at (06/7) pukul 20:00 wib. (003)