Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Lingkungan Hidup»OKI Tekan Myanmar Terkait Muslim Rohingya


OKI Tekan Myanmar Terkait Muslim Rohingya
Rabu, 18 Januari 2017 06:33 WIB

KUALA LUMPUR - Negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mulai menekan Myanmar terkait dugaan genosida Muslim Rohingya di Rakhine. OKI menekan Myanmar untuk mengizinkan peneliti internasional menyelidiki dugaan itu.

Tekanan dari OKI itu disampaikan Utusan Khusus OKI untuk Myanmar yang merupakan mantan Menteri Luar Negeri Malaysia, Syed Hamid Albar. OKI akan menggelar konferensi luar biasa di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (19/1/2017) besok.

Albar menyerukan negara-negara OKI untuk berkumpul dan mendiskusikan pentingnya pembukaan kantor OKI ataupun organisasi internasional lainnya di Myanmar. ”Untuk mengaktifkan berbagai penyelidikan yang akan dilakukan guna menentukan apakah kejahatan yang mencakup genosida telah terjadi di Myanmar (atau tidak),” ujarnya, seperti dikutip Radio Free Asia.

“OKI juga harus memastikan bahwa status kewarganegaraan minoritas Rohingya diberikan oleh Myanmar, karena secara historis mereka adalah kelompok etnis dari wilayah Arakan,” ujar diplomat Malaysia itu mengacu nama lain dari Rakhine.

Albar berharap 57 anggota OKI menghadiri konferensi luar biasa di Kuala Lumpur, besok. Konferensi itu penting untuk membahas masalah krusial yang diderita warga Rohingya, seperti krisis makanan dan obat-obatan. 

Dia juga beharap para menteri negara-negara OKI menekan Myanmar untuk menghentikan operasi militer di Rakhine dan mengambil tindakan cepat untuk melindungi kelompok etnis Rohingya.

”Saya percaya OKI akan mengambil tindakan untuk menekan Myanmar guna mengambil langkah-langkah di bawah piagam kemanusiaan PBB untuk melindungi semua kelompok minoritas, tidak hanya umat Islam, tetapi juga orang-orang Kristen di negara itu dan membuat bantuan kemanusiaan mencapai mereka,” katanya. 

SINDONEWS






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close