Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Lingkungan Hidup»Lima Tahun, 3.032 Bencana Alam Terjadi di Aceh


Lima Tahun, 3.032 Bencana Alam Terjadi di Aceh
Firman Hidayat | The Globe Journal
Sabtu, 31 Desember 2011 00:00 WIB
Banda Aceh — Pengelolaan sumber daya alam yang tidak tepat berpotensi melahirkan berbagai bencana. Karena itu penting  memperhatikan penataan ruang yang sempurna sehingga mampu mencegah berbagai bencana alam, seperti halnya bencana banjir yang paling sering terjadi di Aceh.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh, TM. Zulfikar saat peluncuran catatan krisis akhir tahun 2011 yang bertema “Potret buram penguasaan ruang dan SDA di Aceh.”  Kegiatan tersebut berlangsung di Setui Kupie Atjeh, Sabtu (31/12) tadi pagi.

Beberapa bencana besar yang dicatat oleh Walhi Aceh selama tahun 2011 yaitu bencana banjir bandang di Tangse, Kabupaten Pidie yang telah memporak-porandakan 9 gampong dan 12 orang meninggal dunia. 

Banjir bandang pada pertengahan tahun 2011 juga terjadi di Lawe Penanggalan, Kabupaten Aceh Tenggara yang merusak lebih kurang 6 rumah penduduk, banjir musiman juga terjadi diseluruh Aceh dibagian barat dan timur Aceh.

Zulfikar menambahkan jelang pergantian tahun 2011, banjir bandang juga terjadi di Sabang pada 27 Desember 2011 kemarin. Bencana banjir bandang yang terjadi di Sabang menghancurkan lebih kurang 30 rumah penduduk walaupun tidak ada korban jiwa namun ini adalah bencana besar yang terjadi di Sabang.

Catatan Walhi Aceh selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar sejak 2007 — 2011 itu disebutkan bencana abrasi terjadi sebanyak 262 kali. Paling banyak terjadi pada tahun 2010 sebanyk 97 kali dan 2009 sebanyak 72 kali.

Kemudian bencana banjir di Aceh selama 2007-2011 sebanyak 838 kali. Paling banyak terjadi pada tahun 2010 sebanyak 250 kali, tahun 2009 sebanyak 213 kali, tahun 2008 sebanyak 170 kali, 2011 terjadi 159 kali dan 2007 sebanyak 46 kali terjadi banjir di Aceh.

Bencana longsor juga terjadi dibeberapa daerah di Aceh. Walhi Aceh mencatat tahun 2009 paling banyak terjadi longsor yaitu sebanyak 56 kali. Menyusul tahun 2010 sebanyak 47 kali. Secara keseluruhan total bencana longsor ini sudah terjadi di Aceh sebanyak 188 kali.

Bencana gempa bumi tercatat sudah terjadi sebanyak 124 kali selama lima tahun kepemimpinan Irwandi — Nazar di Aceh. Bencana gempa ini paling banyak terjadi pada tahun 2009.

Selajutnya bencana konflik satwa liar dengan manusia juga sangat berpotensi terjadi di Aceh. Selama lima tahun 2007 — 2011, Walhi Aceh mencatat sudah 276 kali konflik satwa terjadi di Aceh. Paling sering terjadi pada tahun 2008 sebanyak 124 kali.

Bencana Angin Ribut sudah terjadi 203 kali di Aceh selama lima tahun. Terakhir bencana kebakaran hutan yang sempat menjadi sorotan Walhi Aceh. Bencana kebakaran hutan ini sudah terjadi sebanyak 1.129 kali. Paling banyak terjadi pada tahun 2008 sebanyak 489 kali dan 2009 sebanyak 433 kali.

“Melihat beberapa data bencana yang dicatat Walhi Aceh selama lima tahun 2007-2011 ini menunjukkan daerah Aceh belum aman dari bencana. Secara keseluruhan bencana yang terjadi di Aceh selama lima tahun ini sebanyak 3.032 kali. Artinya Moratorium Logging yang pernah di canangkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf tahun 2007 hingga sekarang menjadi tidak efektif” Demikian Direktur Walhi Aceh, TM. Zulfikar. [Yul] 





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close