THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Lingkungan Hidup»Langganan Banjir dan Kekeringan, Pemerintah Aceh Utara Gagal


Langganan Banjir dan Kekeringan, Pemerintah Aceh Utara Gagal
Chairul Syakban | The Globe Journal
Sabtu, 18 Februari 2012 00:00 WIB
Lhokseumawe - Aceh Utara bukan saja kabupaten yang terkenal dengan mega proyek minyak bumi. Kabupaten yang memiliki penduduk miskin terbanyak di antara daerah lainnya di Aceh juga acap kali berlangganan bencana alam. Dua di antaranya yang paling sering adalah banjir dan kekeringan.

Memang dari siklus cuaca, Februari hingga Oktober merupakan musim pengering di Aceh. Kenyataan itupun sudah dirasakan oleh sejumlah masyarakat di berbagai kecamatan. 

Salah satunya di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Masyarakat disana berbondong-bondong mencari sumber mata air yang masih utuh, meskipin terpaksa berjalan kaki sejauh lima kilometer. Ada juga yang enggan mencari air terlalu jauh, mereka terpaksa melakukan ritual pembersihan dengan air payau yang aromanya sangat menyengat. Namun, bagi mereka biasa saja. Tidak memikirkan akan timbulnya penyakit ditubuh mereka.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang pemuda, Hendri (23) digampong Alu Drien, Cot Girek Aceh Utara, ia kesulitan untuk mandi. “Kami terpaksa mandi dengan air payau yang warnanya terkadang hitam, terkadang hijau, bahkan bau. Tapi kami biasa saja, daripada tidak mandi, yang penting bias kenak air,”ungkapnya kepada The Globe Journal. Sabtu (18/2). 

Sementara Geuchik (Kepala desa-red) setempat, Syahbuddin, yang ditanyai The Globe Journal tak heran dengan fakta ini. Musim kemarau seperti mengharuskan mereka bekerja tiga kali lipat untuk mendapatkan air bersih. Perjalanan jauh juga bukan masalah baginya. Yang penting semua kebutuhan tercapai.

“Kalau mandi kami mencari sumber air terlebih dahulu, dimana ada air disitulah kami mandi,” imbuhnya dengan senyum ramah.

Sebenarnya, banjir dan kekeringan bukan bencana yang sulit diatasikatanya. Banjir bisa ditanggulangi dengan bendungan-bendungan penyimpan air. Sedangkan air yang disimpan akan bisa dimanfaatkan  untuk mengatasi kekurangan air pada musim kemarau. Namun hal yang sederhana dan datang secara rutin itu ternyata belum bisa diatasi oleh pemerintah. Beralasan tidak ada dana, kiranya  tidak selalu bisa diterima. 

Sebab, sekedar untuk pilihan kepala daerah yang menghabiskan ratusan milyar rupiah dan bahkan mungkin lebih  ternyata  tercukupi. Maka menjadi aneh ketika kebutuhan masyarakat  untuk menanggulangi kekeringan dan banjir justru terabaikan jelas Syahbuddin. [005]





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close