
Salah satu anggota jaringan KuALA, Nurjannah dari Yayasan Bumiku mengatakan setelah melakukan penanaman 600 pohon di Makam Syiah Kuala, Banda Aceh dalam rangka hari lingkungan 5 Juni 2012 kemarin, pihaknya juga kini kosentrasi penuh di Sabang untuk mensukseskan Hari Kelautan Se-dunia hingga tanggal 10 Juni nanti.
Sementara itu, Riswan dari WCS meminta masyarakat Aceh datang ke Sabang untuk mengikuti aksi tersebut. “Kegiatan ini juga untuk mempromosikan Sabang sebagai objek wisata yang menarik bagi turis lokal dan mancanegara,” kata Riswan.
Peringatan Hari Kelautan Se-dunia yang dipusatkan di Kota Sabang ini adalah pertama di Pulau Sumatera dan juga secara serentak dilakukan di Bandung, Bali dan Manado untuk seluruh Indonesia.
Riswan mengatakan ada 1.200 pelajar bersama masyarakat yang ikut terlibat. Aneka kegiatan juga digelar, dari lomba mewarnai gambar sampai karnaval berjalan kaki diagendakan untuk memeriahkan Hari Kelautan Se-dunia ini.
Minggu, 10 Juni merupakan puncak acara. Puluhan penyelam dari Sabang dan Banda Aceh akan beraksi membersihkan sampah di dasar Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teupin Layeu di Iboih dan Pantai Gapang.
Kemudian para relawan dan masyarakat akan menanam bakau di Jaboi dan melakukan aksi bersih pantai di Anoi Itam da pantai Sumur Tiga, Sabang.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Wildlife Conservation Society Marine Program bekerjasama dengan Pemerintah Kota Sabang dan sejumlah LSM seperti Jaringan KuALA, WWF, ACC, Coral Oasis, Rubiah Tirta Diver, PMI Sabang, Ocean Diving Club (ODC) - Unsyiah, Discover Aceh Diving Club (DADC), FFI dan Sahabat Laut (Salut).
Kamis, 16 Mei 2013 21:22 WIBPejuang Palestina Tembakan Rudal ke Israel