
Indonesia Kembangkan Produk Cokelat LuwakAceh Utara- Akibat perubahan iklim yang tidak menentu, mengakibatkan beberapa hewan berbagai jenis hama atau walang sangit kian menyerang warga, salah satunya pengguna kenderaan sepeda motor. Seperti di sepanjang jalan lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya Lhoksukon, Aceh Utara, hama wereng yang biasanya menyerang tanaman warga kini malah beterbangan dipusat kota yaitu di setiap lampu pijar sepanjang jalan lintas nasional, bahkan hinggap di makanan. Akibatnya, masyarakat banyak yang kesal terhadap hama tersebut. "hama-hama ini sangat menganggu, dan baunya juga sangat menyengat. Apalagi jika sempat hinggap di makanan, justeru membuat pelanggan pada kabur,''kata Amat (28) salah seorang pedagang mie goreng di Lhoksukon, Senin (18/6).
Kepala Badan Lingkungan Hidup Aceh Utara, Hj. Nuraina SKM, Msi, mengatakan hal lain. Ia menjelaskan kalau habitat hama yang menyerang warga itu disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat dalam menumbuhkan pepohonan yang artinya lupa dari penghijauan. "ini merupakan fenomena alam, kurangnya kesadaran manusia dalam penghijauan. Hama-hama itu disebabkan karena cuaca ekstrim di daerah kita ini sering berubah, dan di akibatkan pula dengan minimnya penghijauan. Jadi, jangan salahkan hewan apabila hewan-hewan itu turun ke pusat kota. Karena mereka tak punya lagi tempat untuk berlindung akibat ulah manusia juga,''Ujar Hj. Nuraina.
Di tambahkannya lagi, hama wereng (geusong-aceh) yang paling banyak terdapat di jalan Medan-Banda Aceh. "saya melihat sendiri, hama-hama itu jelas menganggu pengguna kenderaan. Mereka mengkerumuni lampu pijar yang ada di pinggiran jalan. Karena itu, mari kita sadari bahwa betapa pentingnya menjaga kelestarian alam demi diri kita sendiri dan habitat hewan,'' Imbuh Hj. Nuraina.
Penelusuran The Globe Journal, jika malam tiba, sejumlah pedagang terpaksa memadamkan lampu kios/warung mereka agar tidak di rebungi oleh hama-hama yang baunya sangat menyengat itu. [003]
