THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Lingkungan Hidup»Geusong Serbu Aceh Utara


Geusong Serbu Aceh Utara
Chairul Sya'ban | The Globe Journal
Senin, 18 Juni 2012 18:29 WIB

Aceh Utara- Akibat perubahan iklim yang tidak menentu, mengakibatkan beberapa hewan berbagai jenis hama atau walang sangit kian menyerang warga, salah satunya pengguna kenderaan sepeda motor. Seperti di sepanjang jalan lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya Lhoksukon, Aceh Utara, hama wereng yang biasanya menyerang tanaman warga kini malah beterbangan dipusat kota yaitu di setiap lampu pijar sepanjang jalan lintas nasional, bahkan hinggap di makanan. Akibatnya, masyarakat banyak yang kesal terhadap hama tersebut. "hama-hama ini sangat menganggu, dan baunya juga sangat menyengat. Apalagi jika sempat hinggap di makanan, justeru membuat pelanggan pada kabur,''kata Amat (28) salah seorang pedagang mie goreng di Lhoksukon, Senin (18/6).

Kepala Badan Lingkungan Hidup Aceh Utara, Hj. Nuraina SKM, Msi, mengatakan hal lain. Ia menjelaskan kalau habitat hama yang menyerang warga itu disebabkan oleh minimnya kesadaran masyarakat dalam menumbuhkan pepohonan yang artinya lupa dari penghijauan. "ini merupakan fenomena alam, kurangnya kesadaran manusia dalam penghijauan. Hama-hama itu disebabkan karena cuaca ekstrim di daerah kita ini sering berubah, dan di akibatkan pula dengan minimnya penghijauan. Jadi, jangan salahkan hewan apabila hewan-hewan itu turun ke pusat kota. Karena mereka tak punya lagi tempat untuk berlindung akibat ulah manusia juga,''Ujar Hj. Nuraina.

Di tambahkannya lagi, hama wereng (geusong-aceh) yang paling banyak terdapat di jalan Medan-Banda Aceh. "saya melihat sendiri, hama-hama itu jelas menganggu pengguna kenderaan. Mereka mengkerumuni lampu pijar yang ada di pinggiran jalan. Karena itu, mari kita sadari bahwa betapa pentingnya menjaga kelestarian alam demi diri kita sendiri dan habitat hewan,'' Imbuh Hj. Nuraina.

Penelusuran The Globe Journal, jika malam tiba, sejumlah pedagang terpaksa memadamkan lampu kios/warung mereka agar tidak di rebungi oleh hama-hama yang baunya sangat menyengat itu. [003]






    Muhajir Juli
    Redaksi:
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi:
    Telp. (0651) 741 4556
    Fax. (0651) 755 7304
    SMS. 0819 739 00 730


    Komentar Anda

    Terpopuler

    Cities

    Seni dan Budaya

    Jalan-Jalan

    Berita Foto

    «
    »
    Close