Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Kriminalitas»Satu Warga Tewas Dalam Bentrokan di Singkil


Satu Warga Tewas Dalam Bentrokan di Singkil
Reportase Kontributor
Selasa, 13 Oktober 2015 16:29 WIB

Singkil- Akhirnya satu warga Singkil tewas dalam bentrokan antar umat beragama di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan. Informasi yang berhasil dihimpun oleh The Globe Journal, Selasa (13/10/2015) korban yang bernama Samsul, awalnya tertembak di bagian mata oleh senapan angin. Kemudian ditikam oleh massa.

Peristiwa berdarah ini dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Massa muslim yang berjumlah ribuan membakar sebuah undang-undung yang dianggap illegal di kawasan Suka Makmur.

Usai melakukan pembakaran, sekitar pukul 12.30 Wib, massa bergerak pulang. Tiba di kawasan Gunung Meriah, massa menemukan lagi undung-undung. Warga bergerak hendak membakarnya.

Namun di sana sudah ada pasukan keamanan yang berjaga-jaga. Warga diminta untuk tidak membawa serta senjata tajam. Saat itu warga mematuhi persyaratan tersebut. Ketika memasuki kawasan Undung-Undung, rupanya satu kelompok massa lainnya sudah menunggu dengan senjata tajam dan senapan angin.

Bentrok pun pecah. Sial bagi Samsul, dirinya terkena tembakan di bagian mata. Kemudian beberapa orang datang dan menikam dirinya.

“Lokasi kampung itu agak tinggi. Kami tidak tahu bahwa mereka sudah siaga dengan senjata. Sedangkan kami, ketika masuk tidak membawa senjata. Aparat melarang kami,” ujar seorang warga yang minta identitasnya dirahasiakan.

Sejauh ini sudah lima orang yang dirawat di RSU Singkil, karena menederita luka-luka karena insiden berdarah itu.

Umat Kristen Mengungsi

Di daerah Kuta Tinggi, Singkil, umat Kristen sudah mengungsi ke daerah yang lebih aman. Eksodus ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ya, mereka sudah mengungsi. Mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau tidak cepat diredam, konflik ini bisa meluas,” ujar seorang warga. []

 

 






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close