Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Kriminalitas»Perkosa ABG, 14 Pemuda Diamankan


Perkosa ABG, 14 Pemuda Diamankan
Kamis, 14 Maret 2013 19:47 WIB

Jakarta - Hingga Kamis (14/3/2013), polisi telah mengamankan 14 pemuda yang diduga terkait kasus pemerkosaan terhadap NR (15) siswi SMK di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, warga Ciracas, Jakarta Timur.

Dari 14 orang itu, enam diantaranya diduga pelaku pemerkosaan NR secara bersama-sama. Sementara 8 orang lainnya masih sebatas saksi.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni Kamis (14/3/2013) mengatakan diamankannya 14 orang tersebut awalnya berdasarkan dari dibekuknya F (21) di Jalan Raya Centex, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (13/3/2013).

F diduga adalah pelaku utama pemerkosa NR yakni pria yang berkenalan dengan NR melalui Facebook dan mengajak NR bertemu, Sabtu (9/3/2013) malam.

F dibekuk tim gabungan dari Satuan Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Polda Metro Jaya dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Jakarta Timur.

Mulyadi menuturkan kasus ini berawal dari laporan ibu NR yakni Sn ke Mapolrestro Jakarta Timur mengenai dugaan kekerasaan seksual yang dialami anaknya, Senin (11/3) lalu.

Dari laporan itu, kata Mulyadi pihaknya langsung mempelajarinya dan memeriksa sejumlah saksi.

"Kami lalu mengamankan seorang yang diduga menjadi pelaku utama yakni F," kata Mulyadi.

Menurutnya dari F pihaknya berhasil mengamankan beberapa pemuda lainnya.
"Totalnya ada 14 orang pemuda yang kami amankan," katanya.

Mulyadi menjelaskan dari 14 orang itu enam orang dinyatakan sebagai terperiksa dan diduga melakukan pemerkosaan terhadap NR. Sementara delapan orang lainnya masih berstatus saksi.

Menurut Mulyadi pihaknya memilah belasan orang itu menurut keterangan mereka satu sama lain untuk menentukan peran mereka.

"Tidak semuanya melakukan pemerkosaan. Makanya kami masih memeriksa dengan melakukan kroscheck," kata Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan kronologis kasus pemerkosaan yang menimpa NR.

Menurut Mulyadi polisi berupaya memastikan terlebih dahulu peranan dari 14 orang yang diamankan tersebut.

"Kalau sudah diperiksa, dan peranannya sudah diketahui, akan kami beberkan informasinya," kata Mulyadi.

Selain itu, kata Mulyadi polisi belum memintai keterangan NR sebagai korban kasus ini. Diharapkan dari keterangan NR akan diketahui secara pasti peranan ke 14 orang itu dan siapa saja yang memerkosa NR.

Mulyadi menjelaskan sampai Kamis, NR, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur.

Pasalnya NR mengalami trauma berat, akibat pemerkosaan belasan pria yang dialaminya.

NR diduga diperkosa secara bergiliran di sebuah lahan di Lapangan Turna, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Sabtu (9/3).

Peristiwa yang menimpa NR bermula dari perkenalannya dengan seorang pria melalui jejaring sosial (facebook) yakni F. Perkenalan itu kemudian menjadi intens. Keduanya saling bertukar nomor telepon selular.
F lalu mengajak NR bertemu pada Sabtu (9/3) malam dengan menjanjikan membelikan kelinci. Karena merasa dekat, korban pun mengiyakan ajakan itu.

Singkat cerita, NR diajak ke sebuah lahan kosong di Lapangan Turna Cijantung.

Namun, di lokasi yang terbilang sepi, dan ditutupi banyak pohon itu, ternyata sudah ada belasan pemuda lain yang tidak dikenal oleh NR. Korban tidak dapat melawan saat diperkosa secara bergilir oleh belasan pria itu.
Akibatnya, NR mengalami luka serius di bagian kemaluan dan psikisnya pun terganggu.

Keluarga yang menerima pengaduan NR kemudian melaporkan peristiwa ini ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur pada Senin (11/3).

NR langsung dibawa pihak kepolisian ke RS Polri untuk divisum dan ditangani secara medis. Kondisi mental korban yang trauma berat membuat dirinya belum dapat memberikan keterangan secara lengkap kepada pihak kepolisian.

Kanit PPA Polres Jakarta Timur, Ajun Komisaris Endang menjelaskan kondisi psikis NR masih trauma berat.

"Kami masih kesulitan mengumpulkan keterangan ataupun kronologis atas peristiwa pemerkosaan tersebut. Nanti setelah si korban pulih, dan pemeriksaan bisa lebih rinci, baru kita dapat memastikan berapa jumlah pasti pelaku," papar Endang.

Sementara itu, di RS Polri, NR ditangani oleh tim dokter yang terdiri dari dokter forensik, dokter kebidanan, dokter anak, psikolog, dan psikiatri.
Dokter Forensik RS Polri, Dr Arif Wahyono, yang menangani NR menjelaskan, dilihat dari fisiknya, secara umum, tensi darah dan kesadaran korban sudah membaik. Pihaknya, kata Arif, fokus pada pemulihan mental dan psikis korban yang mengalami guncangan cukup parah atau trauma berat.

"Kami fokus ke mental dan psikisnya terlebih dulu. Peristiwa ini mengerikan sekali bagi remaja seumur dia," ungkap Arif.

Menurut Arif, hasil diagnosa awal menunjukan korban mengalami tindak kekerasan seksual. Hal itu setidaknya terlihat dari luka yang cukup parah di bagian kelamin.

"Namun luka kelaminnya sudah membaik saat ini. Tinggal kondisi psikis dan mentalnya yang belum pulih dan stabil," kata Arif. [005-tribunnews]






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close