THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Kriminalitas»Peredaran Narkoba di Aceh Mengkhawatirkan


Peredaran Narkoba di Aceh Mengkhawatirkan
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Minggu, 05 Agustus 2012 19:38 WIB
Banda Aceh - Pasca Tsunami yang menimpa Aceh pada 2004 silam peredaran obat-obat terlarang narkoba di Aceh sangat mengkahawatirkan. Bahkan sudah menjajaki ke level-level paling yaitu ke desa-desa.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI asal Aceh pada pada acara Temu Konstituen Aceh di Restauran Lamnyong, Banda Aceh, Minggu (5/8). "Yang sangat disayangkan sudah dikomsumsi oleh anak-anak sejenis sabu-sabu," ujarnya.

Kasus tersebut kata Nasir akan mengancam genarasi muda Aceh ke depan. Isu tersebut juga sudah menjadi persoalan nasional.

"Kita tidak ingin anak-anak Aceh hancur, dan pemerintah pusat perlu turun tangan,".

Komisi III di jakarta juga memprotes ada wacana mau mengawasi aktifitas agama seperti dakwah/ceramah di mesjid. Karena menurutnya mesjid bukan tempat melahirkan teroris, sehingga masyarakat menjadi was-was.

Sambungnya di komisi III ada ada banyak mitra kerja. Ada kejaksaan, KPK, kepolisian, Komnas HAM, penganggulangan terorisme. Katanya Beda komisi IV, mereka bawa bibit, kalo komisi III tidak bawa apa-apa, "saya hanya bawa kasus saja," Tutupnya.(003)





Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close