Banda Aceh - Pasca Tsunami yang menimpa Aceh pada 2004 silam peredaran obat-obat terlarang narkoba di Aceh sangat mengkahawatirkan. Bahkan sudah menjajaki ke level-level paling yaitu ke desa-desa.
Demikian disampaikan Anggota DPR RI asal Aceh pada pada acara Temu Konstituen Aceh di Restauran Lamnyong, Banda Aceh, Minggu (5/8). "Yang sangat disayangkan sudah dikomsumsi oleh anak-anak sejenis sabu-sabu," ujarnya.
Kasus tersebut kata Nasir akan mengancam genarasi muda Aceh ke depan. Isu tersebut juga sudah menjadi persoalan nasional.
"Kita tidak ingin anak-anak Aceh hancur, dan pemerintah pusat perlu turun tangan,".
Komisi III di jakarta juga memprotes ada wacana mau mengawasi aktifitas agama seperti dakwah/ceramah di mesjid. Karena menurutnya mesjid bukan tempat melahirkan teroris, sehingga masyarakat menjadi was-was.
Sambungnya di komisi III ada ada banyak mitra kerja. Ada kejaksaan, KPK, kepolisian, Komnas HAM, penganggulangan terorisme. Katanya Beda komisi IV, mereka bawa bibit, kalo komisi III tidak bawa apa-apa, "saya hanya bawa kasus saja," Tutupnya.(003)