Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Kriminalitas»Ini Kronologi Sebelum Kejadian Pembunuhan Putri Versi Keluarga


Ini Kronologi Sebelum Kejadian Pembunuhan Putri Versi Keluarga
Fadel Aziz Pase | The Globe Journal
Selasa, 13 Agustus 2013 05:02 WIB

Lhoksukon – Kasus pembunuhan Putri Andriani (20) warga gampong Rayeuk Minje kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, memang telah mendapatkan titik terang. Pasalnya pihak Kepolisian Resort Lhokseumawe yang menangani kasus ini telah mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surahmanto melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi kepada The Globe Journal mengatakan, menurutnya pihak Kepolisian telah mengantongi tersangka pembunuhan yang mayatnya ditemukan di Jeulikat, Blang Mangat, Lhokseumawe, Sabtu kemarin (10/8/2013) sekitar pukul 11.30 WIB.

"Tersangka pelaku pembunuhan telah kita ketahui dan telah mengantongi identitasnya, namun belum ditemukan tersangkanya, namun identitasnya masih kami rahasikan," ujar Supriadi.

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga korban menceritakan kronologi sebelum kejadian pembunuhan tersebut. Veriadi (24) abang kandung korban kepada The Globe Journal secara eklusif, Senin malam (12/8/2013) menceritakan kronologis sebelum kejadian maut tersebut terjadi.

Jum’at, 09 Agustus 2013

Pukul 10.00 WIB

- Kenalan Putri (yang diduga sebagai tersangka oleh keluarga Putri, red) bersilaturrahmi ke rumah Putri bersama satu orang kawannya. Mengetahui adanya tamu, Veriadi menanyakan pada Putri siapa tamu tersebut, Putri menjawab temannya, berinisial Is warga Sumbok Rayeuk, kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Pukul 10.30 WIB

- Kedua tamu tersebut pamit pulang. Kemudian Putri berfoto-foto bersama adik dan ibunya, saat itu Putri dalam keadaan ceria.

Pukul 14.00 WIB

- Seusai shalat Jum’at berlangsung, Putri dan Ibunya berkunjung ke kediaman guru pengajian Putri yang tidak jauh dari rumah Putri.

Pukul 14.30 WIB

- Tiba kembali di rumahnya, Putri tidur sejenak. Kemudian Putri terbangun dan mencoba pinjam sepeda motor milik abangnya untuk makan bakso di Simpang Rangkaya.

Pukul 15.00 WIB

- Putri berangkat meninggalkan rumah menuju Simpang Rangkaya untuk makan bakso.

Pukul 15.30 WIB

- Veriadi, abang kandung Putri mengirimkan pesan singkat kepada Putri untuk pulang karena sepeda motornya mau dipakai. Namun pesan singkat tersebut tidak ada balasan, bahkan Veriadi mencoba menelpon Putri namun tidak diangkatnya. Telepon selular milik Putri tetap aktif saat itu.

Pukul 16.00 WIB

- Putri masih belum ada kabar, pihak keluarga masih tetap mencoba menghubungi Putri.

Pukul 20.00 WIB

- Pihak keluarga menghubungi saudaranya yang bekerja di Telkomsel Banda Aceh untuk mengecek posisi nomor kontak Putri. Saudaranya menjawab, titik akhir posisi nomor kontak sebelum dimatikan tersebut berlokasi di Aceh Timur.

Pukul 21.00 WIB

- Pihak keluarga timbul curiga kepada tamu yang mengunjungi rumah Putri pagi tadi, kemudian pihak keluarga menuju kediaman tamu tersebut. Awalnya dirumah tamu tersebut yang berada di Sumbok Rayeuk tidak ada pemilik rumah, karena tidak ada pemilik rumah pihak keluarga Putri pun Pulang.

Pukul 22.00 WIB

- Keluarga Putri kembali ke Sumbok Rayeuk, kemudian berjumpa dengan Ibu si tamu tersebut berbincang dan pihak keluarga Putri meminta untuk melihat sepeda motor, mungkin sepeda motor Putri disimpan di rumah tersebut.

Pukul 23.00 WIB

- Veriadi, abang kandung Putri masih belum percaya. Dirinya pun kembali ke rumah tamu tersebut untuk mengecek ulang keberadaan Putri dan sepeda motornya. Beberapa pemuda yang berada di Simpang Sumbok menghampiri Veriadi, karena pemuda tersebut mendengar adiknya hilang. Kemudian salah seorang dari pemuda tersebut adalah keluarga si tamu yang bernama Syifa. Syifa mengakui melihat keberadaan Putri menggunakan sepeda motor dan memakai baju merah dan jilbab merah di bengkel yang berada didepan rumah si tamu. Pada waktu yang bersamaan, Ayah kandung Putri menuju ke Mapolsek Tanah Luas untuk memberikan laporan atas kehilangan Putri.

Pukul 23.45 WIB

- Timbul kecurigaan pihak keluarga Putri atas informasi tersebut, salah seorang anggota Polsek Tanah Luas menuju rumah si tamu. Kemudian anggota Polsek tersebut mengharapkan kepada pihak keluarga Putri agar bisa menemukan si tamu tersebut, karena posisi terakhir Putri berada bersamanya.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Pukul 00.00 WIB

- Pihak keluarga Putri yang dibantu beberapa pemuda gampong Rayeuk Minje berangkat untuk mencari keberadaan si tamu tersebut. Tanpa hasil, namun mereka kembali mengatur strategi untuk mencari sosok misterius tersebut.

Pukul 03.00 WIB

- Pihak keluarga mendapatkan informasi bahwa Putri disekap di kawasan Ujong Blang, Lhokseumawe, kemudian tim pencarian tersebut menuju ke Ujong Blang sebagian berjaga-jaga di simpang Selat Malaka, simpang Polantas, dan di kawasan Los Kala untuk mengantisipasi lolosnya si target.

Pukul 07.00 WIB

- Veriadi menuju ke tempat Putri bekerja di Halteks Studio di Kota Lhokseumawe, dirinya beranggapan kemungkinan Putri ada di tempat tersebut. Berjumpa dengan salah seorang di Halteks, kemudian orang tersebut mengatakan Putri tidak ada di studio tersebut.

Pukul 08.00 WIB

- Veriadi mengelilingi Kota Lhokseumawe untuk kembali mencari target.

Pukul 08.30 WIB

- Veriadi menghubungi tim pencari yang berada dibeberapa titik, simpang Selat Malaka, simpang Polantas dan di Los Kala untuk kembali ke rumah di gampong Rayeuk Minje, Tanah Luas.

Pukul 09.15

- Setibanya dirumah, Ibunya memiliki firasat sehingga berkata dan berharap agar bisa memeluk anaknya (Putri, red) untuk yang terakhir kalinya.

Pukul 10.00 WIB

- Keluarga Putri mencoba menghubungi sanak saudara dan kerabat untuk memberikan informasi terkait kehilangan Putri, agar dapat memudahkan mengetahui keberadaannya.

Pukul 14.00 WIB

- Pihak keluarga mendapatkan informasi melalui telepon selular dari rekan kerja Putri di Halteks Studio, bahwa telah ditemukan sesosok mayat perempuan muda dikawasan Jeulikat, Blang Mangat Lhokseumawe. Setelah mengetahui informasi tersebut, Veriadi dan Ayahnya langsung menuju Jeulikat tanpa memberitahukan kepada Ibunya.

Pukul 14.30 WIB

- Setibanya di Punteut, rekan kerja Putri kembali menghubungi Veriadi menanyakan warna baju yang dipakai Putri pada hari terakhir. Saat itu juga rekan kerja Putri tersebut mengarahkan Veriadi dan Ayahnya untuk menuju RSU Cut Meutia di Buket Rata, karena jenazah telah dibawakan ke RS tersebut.

Pukul 14.45 WIB

- Bersamaan tiba Veriadi dan Ayahnya di Rumah Sakit, mobil ambulans yang membawa jenazah Putri juga tiba di RSU Cut Meutia.

Pukul 15.00 WIB

- Veriadi dan Ayahnya melihat wajah jenazah, dan memastikan jenazah tersebut adalah Putri adiknya.

Pukul 15.10 WIB

- Dimasukkan ke ruangan visum oleh pekerja medis untuk di otopsi.

Pukul 17.30 WIB

- Jenazah Putri diberangkatkan menuju rumah duka di gampong Rayeuk Minje, Tanah Luas, Aceh Utara.

Pukul 20.30

- Setelah di shalatkan, jenazah Putri diberangkatkan menuju Desa Pante Teupin Punti, Syamtalira Aron, untuk dikebumikan.

Pukul 21.00 WIB

- Jenazah Putri dikebumikan.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close