
Menado- Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulawesi Utara Tangel-Kairupan mengatakan tahun ini butuh sekitar 350 ribu kondom untuk membantu kegiatan kampanye.
"Memang akan jadi masalah apabila pada saat kita melakukan kampanye kondom tidak tersedia," kata Kairupan di Manado, Senin.
Untuk pengadaan stok kondom selama dua tahun terakhir, Kairupan mengakui masih dibiayai Global Fund sebagai pemberi donasi.
"Kami juga kadang-kadang memperolah dukungan dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional," ungkapnya.
Dia mengatakan, kebutuhan kondom sangat bergantung dari banyaknya populasi kunci yang menjadi target kampanye KPAP Provinsi Sulawesi Utara.
Populasi kunci di daerah ini seperti wanita pekerja seks (WPS), gay, waria, laki-laki seks dengan lelaki (GWL), pengguna jarum suntik, orang dengan HIV/AIDS serta klien semakin bertambah, kata dia.
Dia mencontohkan populasi kelompok berisiko tinggi WPS yang berada di Kota Manado di tahun 2006 berada pada angka 400 orang, kini diperkirakan sudah berada di atas angka tersebut.
"Populasi berisiko tinggi seperti ini yang tidak bisa kami lacak. Karena itu lewat media cetak ataupun elektronik walaupun mereka tidak terdeteksi namun bisa mendengar dan membaca dan bisa mengubah perilaku menggunakan kondom," ungkapnya. [003-antara]
Selasa, 21 Mei 2013 20:18 WIBPesawat AS Yang Mendarat di Aceh Itu Memang Kesasar