
Fatin - Mikha Berduet Bikin Fans X-Factor Sirik
Duet Fatin-Mikha Siap Bawakan Lagu 'Good Time'Milan - Secara intuitif tidur merupakan hal yang penting dan menjadi kebutuhan manusia, sehingga penelitian tentang tidur merupakan hal penting.
Penelitian juga mencakup efek kesehatan dari tidur yang dipercaya sangat berpengaruh terhadap kehidupan, salah satunya penelitian tentang efek dari kurang tidur. Apa sih sebenarnya yang terjadi pada otak ketika seseorang tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur?
Hasil penelitian baru-baru in mengungkapkan, jika otak akan menjadi hiper-reaktif terhadap sel saraf jika kurang waktu tidur. Ini berarti, otak akan terasa "panas" ketika bekerja sampai larut malam dan itu merupakan berita yang buruk.
Tim peneliti yang dipimpin Marcello Massimini dari University of Milan mengungkapkan, jika tim peneliti telah melakukan penelitian terhadap sample manusia untuk mempelajari kerja otak yang memicu rangkaian respon positif di korteks depan dan daerah otak yang terlibat dalam pengambilan keputusan penting, dengan menggunakan alat yang ditempelkan pada kulit kepala mereka. Prosedur tersebut dilakukan untuk sample yang kurang tidur sehari sebelumnya. Kemudian diulang dengan kondisi cukup tidur.
Hasilnya, respon listrik peserta secara signifikan lebih kuat setelah malam kurang tidur daripada hari sebelumnya. Efek ini kemudian dikoreksi dengan tidur satu malam yang baik.
Pendapat Laura Sander, seorang peneliti di Science News memperkuat hasil penelitian tersebut.
"Selama terbangun, otak terakumulasi dengan hubungan antar sel saraf sebagai hal baru yang dipelajari. Tidur merupakan bagian dari usaha otak untuk menyapu hal-hal asing dan fokus terhadap satu hal, yakni beristirahat," tulisnya.
Hasil penelitian yang diungkapkan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) di Amerika Serikat mengungkapkan, jika seseorang kurang tidur minimal tujuh jam dalam satu malam, akan kehilangan konsentrasi, daya ingat dan bahkan berbahaya untuk mengendarai kendaraan.
Di Amerika sendiri, menurut CDC, masyarakat kebanyakan mengalami kondisi kurang tidur. Hal tersebut merupakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan di 12 negara bagian. Sekitar 35 persen dari masyarakat tersebut tidur kurang dari tujuh jam setiap malam.
Hasilnya, 23 persen dari jumlah masyarakat mengaku kesulitan berkonsentrasi karena kurang tidur secara tertatur, 18 persen lainnya memiliki kesulitan untuk mengingat sesuatu dan 11 persennya mengalami kesulitan untuk mengemudi.[003-beritasatu.com]
