
Indonesia Kembangkan Produk Cokelat LuwakMedan-Saat melakukan persalinan di Rumah Sakit Bandung cabang Medan, kepala bayi putus dalam operasi untuk mengeluarkan janin tersebut tapi ternyata bayi sudah meninggal dalam kandungan ibunya. Namun, saat mengeluarkan janin dalam perut terpegang kepala dan terputus ditangan perawat RS Bandung.
"Putusnya kepala bayi dalam proses persalinan di Rumah Sakit Bandung, menurut pihak rumah sakit bukan karena malpraktek, sebab telah dilakukan dengan SOP (Standar Prosedur Operasional) yang benar," papar Direktur Rumah Sakit Bandung, dr Meriatha Sitepu didampingi Wakil Ketua IDI Cabang Medan Ramlan Sitompul kepada The Globe Journal Senin (4/6) .
Dia mengatakan, putusnya kepala janin berjenis kelamin laki-laki berusia lima bulan pasangan Saputra Danomauli Manurung disebabkan terjadinya kesalahpahaman antara perawat yang melakukan operasi dengan pihak keluarga pasien.Pada saat operasi tersebut, perawat yang diketahui bernama Juli mengangkat kepala bayi duluan yang pada saat itu kondisinya telah mati di dalam kandungan ibunya.
“Memang kondisi kepalanya sudah putus dari badannya dan saat itu operasi masih berlangsung. Namun, pihak keluarga meminta kepala bayi tersebut dengan perawat Juli tanpa diketahui oleh dokter yang menanganinya,” katanya.
Karena kondisi kandungan pasien telah meninggal didalam kandungan, dokter yang menangani terpaksa melakukan operasi untuk mengeluarkan janin yang bisa mengganggu keselamatan jiwa pasien tersebut, itupun atas permintaan pihak keluarga pasien. Tapi, saat mengeluarkan janin tersebut kepalanya terpegang dan terputus.
“Operasi tersebut masih berlangsung. Namun, pihak keluarga meminta kepala bayi tersebut dengan perawat Juli tanpa diketahui oleh dokter yang menanganinya,” tandasnya.
Ia mengatakan, saat ini pihak rumah sakit telah memberikan sanksi tegas berupa surat peringatan kepada perawat Juli yang diketahui baru menjadi perawat setahun setengah tersebut.[003]
