THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Kesehatan»Kepala Bayi Putus Saat Operasi di Medan


Kepala Bayi Putus Saat Operasi di Medan
Muhammad Darwinsyah | The Globe Journal
Senin, 04 Juni 2012 20:16 WIB

Medan-Saat melakukan persalinan di Rumah Sakit Bandung cabang Medan,  kepala bayi putus dalam operasi untuk mengeluarkan janin tersebut tapi ternyata bayi sudah meninggal dalam kandungan ibunya. Namun, saat mengeluarkan janin dalam perut terpegang kepala dan terputus ditangan perawat RS Bandung.


"Putusnya kepala bayi dalam proses persalinan di Rumah Sakit Bandung, menurut pihak rumah sakit bukan karena malpraktek, sebab telah dilakukan dengan SOP (Standar Prosedur Operasional) yang benar," papar Direktur Rumah Sakit Bandung, dr Meriatha Sitepu didampingi Wakil Ketua IDI Cabang Medan Ramlan Sitompul kepada The Globe Journal Senin (4/6) .

Dia mengatakan, putusnya kepala janin berjenis kelamin laki-laki berusia lima bulan pasangan Saputra Danomauli Manurung disebabkan terjadinya kesalahpahaman antara perawat yang melakukan operasi dengan pihak keluarga pasien.Pada saat operasi tersebut, perawat yang diketahui bernama Juli mengangkat kepala bayi duluan yang pada saat itu kondisinya telah mati di dalam kandungan ibunya.

“Memang kondisi kepalanya sudah putus dari badannya dan saat itu operasi masih berlangsung. Namun, pihak keluarga meminta kepala bayi tersebut dengan perawat Juli tanpa diketahui oleh dokter yang menanganinya,” katanya.


Karena kondisi kandungan pasien telah meninggal didalam kandungan, dokter yang menangani terpaksa melakukan operasi untuk mengeluarkan janin yang bisa mengganggu keselamatan jiwa pasien tersebut, itupun atas permintaan pihak keluarga pasien. Tapi, saat mengeluarkan janin tersebut kepalanya terpegang dan terputus.

“Operasi tersebut masih berlangsung. Namun, pihak keluarga meminta kepala bayi tersebut dengan perawat Juli tanpa diketahui oleh dokter yang menanganinya,” tandasnya.

Ia mengatakan, saat ini pihak rumah sakit telah memberikan sanksi tegas berupa surat peringatan kepada perawat Juli yang diketahui baru menjadi perawat setahun setengah tersebut.[003]






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close