
Islamofobia Meningkat di InggrisPENGELOLAAN asuransi kesehatan di Austria menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Salah satunya, di Austria menganut program universal coverage, yakni yang memasukkan semua penduduk termasuk orang asing yang tinggal di negara tersebut, dalam program asuransi.
“Pada dasarnya ada dua kemungkinan asuransi kesehatan di Austria,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemkes Tjandra Yoga Aditama, di di Jakarta, Senin (20/2). Kata Tjandra yang berkunjung ke Wina Austria, 19 Februari 2012.
Pertama, melalui program pemerintah. Preminya sebesar €350 setiap bulan untuk satu keluarga. Namun jika belum menikah juga harus membayar €350 tapi tentu hanya untuk satu orang.
Tertanggung asuransi dapat berobat ke dokter yang ditunjuk dan kalau perlu dirawat di RS, tanpa membayar apapun. Pada keadaan tertentu, premi staf lokal KBRI preminya bisa di bawah €350 asal memenuhi syarat tertentu.
Sistem kedua, melalui asuransi swasta. Preminya untuk suami istri dengan dua anak adalah sekitar 870 Euro setiap bulannya. “Pilihan dokternya lebih luas. Bahkan kalau sakit di luar negeri juga ditanggung,” katanya.
Kalau berobat tetap harus bayar ke dokter. “Nanti kuitansinya di-reimburse perusahaan asuransi. Biaya sekali konsultasi ke dokter di kota Wina €70-100, “Jauh lebih tinggi dari tarif dokter praktek di Indonesia,” kata dia. [001-Jurnas]
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh