THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Kesehatan»Bayi Dempet Perut di Aceh Akhirnya Meninggal Dunia


Bayi Dempet Perut di Aceh Akhirnya Meninggal Dunia
Senin, 30 Juli 2012 15:33 WIB

Banda Aceh - Bayi kembar siam kondisi dempet di bagian perut dan dada (Thoraco-Abdominophagus), bernama Ramadhiana-Ramadhiani, akhirnya meninggal dunia. Mereka hanya bertahan selama enam hari.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh dr Andalas, Sp OG, mengatakan sebelumnya bahwa kondisi bayi stabil. Namun kemudian, kondisinya mulai kritis sejak Sabtu malam sekitar pukul 21.00. "Kondisi bayi mulai kritis karena mengalami sesak napas dan pendarahan lambung," urai dr Andalas.

Tak mampu bertahan, keduanya mengembuskan napas terakhir pada pukul 02.00 dini hari, 29 Juli 2012.

Bayi kembar siam yang memiliki berat tubuh 4.919 gram ini dilahirkan Berlian Indah melalui operasi bedah caesar di Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh, Senin 23 Juli 2012 lalu, tepatnya saat Hari Anak Nasional.

Namun, karena kondisi dempet di bagian dada dan perut dengan satu tali pusar, kedua bayi dirujuk ke RSUZA untuk mendapat perawatan intensif. Menurut dr Andalas, hasil pemeriksaan CT Scan menunjukkan kedua bayi memiliki organ tubuh masing-masing, seperti jantung, paru-paru, dan hati. "Namun keduanya hanya memiliki satu plasenta," ujar dr Andalas.

Awalnya, bayi kembar siam ini akan menjalani operasi pemisahan setelah berusia 4-6 bulan, sambil menunggu ukuran rongga perut menjadi lebih besar. Pihak keluarga menyatakan bahwa mereka menyerahkan penanganan kedua bayi sepenuhnya kepada pihak dokter dan rumah sakit.(004-kompas)






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close