Banda Aceh-Wakil Direktur Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr. Andalas mengatakan, saat ini Aceh kekuarang tenaga kebidanan. Kekurangan tersebut sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya angka kematian ibu hamil di Aceh meningkat.
"Kita di Aceh butuh 60 tenaga ahli kebidanan, sementara yang tersedia hanya 40 orang saja," ungkap dr. Andalas kepada wartawan usai memberi materi pada Kegiatan Pemberdayaan Mitra Kerja Dalam Advokasi dan KIE di kantor BKKBN provinsi Aceh, Kamis (9/8).
Jumlah tersebut ucap dr. Andalas untuk didomisili di Banda Aceh saja. Belum lagi di daerah-daerah menurutnya hampir tidak ada. "Seperti di Sabang, Singkil, Simeulu hampir tidak ada," tukasnya.
Penyebab lain menurut dr. Andalas kematian ibu hamil itu pada tiga keterlambatan. Yang pertama terlambat diagnosa, "Bagaimana mendiagnosa, memang tidak mengerti, tidak ada ahli," ujarnya.
Penyebab yang kedua katanya terlambat merujuk, karena tidak tahu diagnosa tentu juga bingung mau dirujuk apa. Dan yang ketiga telat mendapat pertolongan dari dokter.(003)