THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»Polisi Perbatasan Korea Disuap Seks


Polisi Perbatasan Korea Disuap Seks
Selasa, 23 Februari 2010 00:00 WIB

Seoul - Demi kehidupan yang lebih baik, apapun dilakukan. Seperti perempuan-perempuan Korut ini, yang rela menawarkan seks pada penjaga perbatasan agar diizinkan lewat.

Perempuan Korut itu mengungsi dari negaranya karena tak tahan dengan kondisi yang tak kunjung membaik. Pilihan mereka adalah, negara lain yang berbatasan, yakni China. Namun, mereka malah berada dalam kondisi yang lebih menyedihkan.

Berdasarkan sebuah jajak pendapat, para pengungsi itu mengalami kekerasan seksual dan menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia di China atau negara lainnya.

"Wilayah perbatasan adalah tempat sebagian besar pelanggaran terjadi," papar guru besar universitas, Lee Im-Ha, yang membantu melakukan survei itu, seperti dikutip dari Inilah.com, Selasa (23/2). Data ini diperoleh dari wawancara serta survei atas 274 pembelot tahun lalu.

Mereka kebanyakan imigran gelap yang tertangkap dan akan dipulangkan ke negaranya. Namun ketika di kamp penampungan, perempuan itu mendapat perlakuan kejam. Bahkan, hampir 20% menyuap para penjaga dengan seks agar bisa melintasi perbatasan dan kabur menuju negara lain lagi.

Kebijakan pemulangan paksa oleh China telah dikritik sejumlah kelompok HAM.

Hampir 17 ribu warga Korut tiba di Koresel sejak berakhirnya Perang Korea 1950-1953. Mereka melarikan diri dari negara yang dipimpin oleh Kim Jing- il tersebut. (MNA-INILAH)

 






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close