
Demi Karier, Neymar Harus Tinggalkan Brasil
Jose Mourinho Gagal Di Real MadridDemikian penjelasan Kapolres Bireuen, AKBP. Yuri Karsono, S.IK kepada wartawan, Rabu (16/5) sekira pukul 11.13 Wib di aula Polres setempat. Kepada sejumlah awak media, Yuri menerangkan bahwa dalam kejadian penembakan tersebut, ada tiga korban, dua tewas dan satu luka-luka yaitu TM. Yasir (15) warga Blang Seupeung, Peukan Baro, Caleu, Kabupaten Pidie.
Terkait dengan kondisi Yasir, Kapolres menyenyebutkan bila kondisi korban hanya luka-luka kibat benturan. Tidak dalam kondisi kritis seperti yang telah diberitakan sebelumnya.
Hasil temuan aparat kepolisian di lapangan, ditemukan tujuh proyektil peluru jenis AK. Sedangkan lubang bekas peluru yang ada di mobil ada sepuluh lubang. Menurut Kapolres, saat kejadian, korban dengan mengendarai CRV sedang pulang dari sebuah acara di Pidie. Sesampainya di Bate Iliek, Syukri memberikan tumpangan kepada TM. Nasir yang merupakan sepupu Yetti. Kemudian mobil kembali bergerak menuju Lhokseumawe.
Sesampainya di kawasan Paya Rangkuluh, mobil CRV yang dikendarai oleh Syukri tiba-tiba dipepet oleh sebuah mobil Avanza yang disebut-sebut berwarna silver. Masih dalam kecepatan tinggi, salah seorang pelaku langsung menembak dari arah kanan Syukri.
Seperti dalam film laga, setelah ditembak beberapa kali, dalam keadaan sekarat Syukri mencoba mengendalikan mobil. Saat itulah, CRV itu beralih ke sebelah kanan jalan dan langsung berputar beberapa kali dan akhirnya nyungsep ke pinggir jalan dan berbalik arah ke barat.
Sampai dengan sekarang, polisi masih terus melakukan penyelidikan pembunuhan. Pelaku yang belum terindentifikasi itu, melarikan diri ke arah Lhokseumawe. Perkiraan Polisi, pelaku menembak dari jarak 10 meter. Sedangkan tempat nyungsepnya mobil sekira 500 meter dari TKP ke arah timur.
Syukri langsung tewas di TKP, sedangkan Yetti, menghembuskan nafas di dalam ambulan saat hendak diberikan pertolongan medis.
Terkait dengan status Syukri yang disebut-sebut sebagai Sekretaris PA wilayah Lhokseumawe, Kapolres menyebutkan tidak tahu menahu tentang itu, sebab dari dompet korban tidak ditemukan kartu identitas selain KTP dan satu pin Partai Aceh.
Saat ditemukan, posisi Yetti dan Syukri telah berganti. Namun polisi memastikan, bahwa yang mengemudi adalah Syukri, sedangkan pertukaran posisi itu di duga saat mobil berputar seperti dalam film.
Kapolres juga menyebutkan, saat kejadian, dua saksi mata yang kebetulan melintas, sempat menyaksikan dua unit mobil saling pepet dalam kondisi melaju kencang. Namun sejenak kemudian terdengar suara letusan senjata api. Mendengar aneuk jagong (peluru-red), meletus, keduanya langsung menghentikan laju sepeda motor dan langsung tiarap
Selasa, 21 Mei 2013 20:18 WIBPesawat AS Yang Mendarat di Aceh Itu Memang Kesasar