Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»KontraS Internasionalkan Kasus Ruben


KontraS Internasionalkan Kasus Ruben
Jum`at, 14 Juni 2013 15:34 WIB

Malang - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) akan membawa kasus Ruben Pata Sambo (72), narapidana hukuman mati yang dituduh membunuh satu keluarga pada 2005 lalu, ke dunia internasional.

"KontraS akan mengampanyekan kasus pak Ruben itu ke dunia internasional. Siang ini, kasus pak Ruben itu akan menjadi bahan diskusi dalam kongres menolak hukuman mati di Madrid, Spanyol," jelas Andy Irfan, Koordinator Badan Pekerja KontraS Jawa Timur, Jumat (14/6/2013).

Menurut Andy, jauh hari sebelumnya, KontraS telah menyurati empat institusi, Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Menkumham, dan Mabes Polri untuk memeriksa dugaan rekayasa kasus dan penyiksaan Ruben dan anaknya, Martinus Pata Sambo, saat berada di tahanan.

KontraS, kata Andy, memang menolak hukuman mati, karena penegakan hukum di Indonesia masih amburadul. Selama hukum belum ditegakkan secara baik dan benar, KontraS akan menolak hukum mati.

"Karena saat ini ada momentum di level dunia, kita akan membawa kasus ini ke forum dunia. Kita akan kampanyekan kasus ini," tegasnya.

Sementara itu, kasus Ruben sudah menjadi perhatian banyak kalangan, terutama bagi lembaga penegak hukum di Indonesia. Hal itu diakui Kepala Lapas Kelas 1 Lowokwaru Malang Herry Wahyudiono kepada Kompas.com, Jumat (14/6/2013).

"Dirjen Kemenkum HAM, Dirjen Kemasyarakatan, Kakanwil Kum HAM Jawa Timur, Kejari Kota Malang dan Polresta Kota Malang. Lima lembaga itu sudah menghubungi kita," akunya.

Terkait tujuan kelima lembaga hukum menghubungi Lapas Lowokwaru, Herry enggan menjelaskannya secara rinci. "Yang jelas yang akan mengirimkan surat secara resmi adalah Kejari Kota Malang. Katanya akan mengidentifikasi atau akan mewawancarai pak Ruben. Akan bertanya soal kronologi kasusnya," katanya.

Selain itu, lanjut Herry, Dirjen Kemenkum HAM dan Dirjen Pemasyarakatan meminta pihak lapas untuk melayani media dengan baik dan sesuai haknya.

"Media adalah mitra kami. Makanya beliau (Dirjen Pemasyarakatan) meminta agar kita menerima media jika membutuhkan informasi soal Ruben yang ada di lapas," katanya.

Namun, tambah Herry, pihaknya tidak bisa memberi izin media bertemu dengan Ruben di dalam lapas jika tidak ada izin dari Kemenkum HAM.

"Jika media ingin bertemu dengan pak Ruben di lapas, harus ada surat izin dari Kemenkum HAM. Itu proses prosedur. Saya hanya melaksanakan tugas. Jika ada izin, saya perbolehkan," tegasnya.[006-kompas]

 







Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close