
JK Dukung Bantuan Langsung Sementara
Eyang Subur Diminta Ikuti Fatwa MUIBireuen - Beberapa waktu setelah aksi penyerangan kantor Partai Nasional Aceh (PNA) di Bireuen, beredar kabar bila yang di serang oleh massa adalah posko kandidat Bupati Bireuen Amiruddin Idris-Muhammad Arif (AMAR), yang bersebelahan dengan kantor partai bentukan Irwandi itu.
Untuk meluruskan berita tersebut agar tidak menimbulkan keresahan, Kapores Bireuen AKBP. Yuri Karsono, SIK, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Iptu Benny Cahyadi, kepada sejumlah wartawan mengatakan penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah OTK belum bisa dikaitkan dengan Pemilukada Bireuen yang memasuki tahap kampanye.
Benny mempersilahkan wartawan untuk melihat secara jelas, bila yang diserang bukan posko AMAR yang bersebelahan dengan kantor PNA Bireuen. Menurutnya, kebetulan saja posko AMAR bersebelahan dengan PNA.
Dia juga menambahkan, kasus ini kalau mau dibesarkan, maka akan besar, tapi kalau mau dikecilkan, maka akan kecil pula. Apalagi dalam kondisi Bireuen yang sedang memanas seperti sekarang ini. Pun demikian, Benny Cahyadi berharap semua pihak tidak mempolitisir informasi.
“Lihat saja, yang dilempar bukan posko AMAR, tapi kantor PNA. Lagipula, tidak ada atribut milik Amiruddin-Muhammad Arif yang di rusak oleh pelaku,” terang Benny.
Dia juga menduga, bila bila penyerangan tersebut dilakukan sebab adanya sentimen antar individu dengan individu. Untuk itu pihak kepolisian menetapkan kejadian ini dalam tindak pidana umum berupa pengrusakan yang di atur dalam pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok OTK menyerang kantor PNA Bireuen yang beralamat di jalan Banda Aceh-Medan, KM 216 No 02 Geulanggang Gampong, atau tepatnya sebelah timur Pante Pirak Plaza. Kejadian ini terjadi sekira pukul 18.30 Wib.
Kamis, 16 Mei 2013 21:22 WIBPejuang Palestina Tembakan Rudal ke Israel