THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»Jangan Ada lagi Pajak Nanggroe, Pinta Kapolda


Jangan Ada lagi Pajak Nanggroe, Pinta Kapolda
Hayatullah Zuboidi | The Globe Journal
Senin, 02 Juli 2012 22:05 WIB

Banda Aceh - Terpilihnya gubernur Aceh yang baru, Zaini Abdullah bersama Muzakir Manaf, membuat semua pimpinan daerah ingin fokus kepada pembangunan Aceh masa depan. Salah satunya Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan menginginkan pembangunan Aceh yang transparan dan tidak ada lagi istilah pajak-pajak Nanggroe (pajak ilegal-red).

"Pembangunan harus transaparan,tidak ada lagi nanti pajak-pajak nanggroe, semua pajak harus masuk ke kas negara. Kita betul-betul mendukung pembangunan,"tukas Kapolda Aceh di depan wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Ketua MPU Aceh, Muslem Ibrahim, Pangdam, dan beberapa pimpinan daerah di Banda Seafood dalam acara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dengan pers, Senin (2/7) malam.

Kapolda juga menginginkan kepada pers yang mana dalam hal pembangunan sangat penting perannya, untuk terus memberitakan informasi yang mendidik untuk mencerdaskan mansyarakat Aceh.

"Harapan pak gubernur kemarin, kita ingin mengedepankan berita bersifat pembangunan, misalnya irigasi rusak, itu bisa diinformasikan. Banyak kita lihat hutan lindung yang dibabat, padahal ini masalah yang serius,"sambungnya.

Disambung Kapolda lagi, memang pihaknya tidak pernah melarang media memberitakan peristiwa kekerasan seperti penembakan dan pemukulan. Namun harapnya media lebih banyak memberitakan yang mengandung nilai edukasi dari pada provokasi.

Sementara wakil DPRA, Sulaiman Abda mengingikan untuk membangun Aceh ke depan harus saling mengisi. "Yang ingin kita sampaikan disini, dengan pemerintahan yang baru mau dibawa kemana Aceh ini dengan rekan pers," imbuh Sulaiman Abda.

Sementara Wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengungkapkan bahwa media ini adalah sebuah alat. "Mari kita sama-sama memajukan Aceh, kedepan," tutupnya.






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close