Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»Di Amerika Serikat, Eks Pejabat PBB Didakwa Terima Suap Rp18 Miliar


Di Amerika Serikat, Eks Pejabat PBB Didakwa Terima Suap Rp18 Miliar
Rabu, 07 Oktober 2015 09:12 WIB

Aparat penegak hukum di Amerika Serikat mendakwa mantan Presiden Majelis Umum PBB, John Ashe, menerima suap US$1,3 juta atau sekitar Rp18,4 miliar dari pengusaha kaya Cina.

Jaksa di New York mengatakan Ashe "memanfaatkan PBB sebagai alat untuk memperkaya diri sendiri" dengan cara membantu pengusaha properti Cina, Ng Lap Seng, mendapatkan kontrak dari pemerintah.

"Dengan imbalan jam tangan Rolex ... jas-jas mewah, John Ashe menjual dirinya dan lembaga dunia yang ia pimpin," kata Preet Bharara, jaksa di New York.

"Disatukan dengan kerakusan, mereka mengubah PBB sebagai pintu masuk untuk mengeruk keuntungan," imbuhnya.

Jaksa mengatakan Ashe memanfaatkan posisinya sebagai presiden Majelis Umum sekaligus wakil Antigua dan Barbuda untuk mengeluarkan dokumen PBB guna mendukung gedung konferensi yang ingin dibangun Ng di Macau.

Ashe juga mengatur pertemuan dengan para pejabat di Antigua dan Kenya untuk membantu Ng memenangkan kontrak pembangun perumahan, kata Bharara.

Ashe ditahan pada hari Rabu pekan lalu (30/09) bersama lima orang lainnya, termasuk Ng.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengatakan sangat terkejut dan prihatin dengan munculnya kasus ini.

 

BBC






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close