THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Hukum»Bentrok, Timor Leste Caplok Tanah Indonesia


Bentrok, Timor Leste Caplok Tanah Indonesia
Minggu, 05 Agustus 2012 13:11 WIB

Jakarta - Kondisi pascabentrok antara warga Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur dan warga Pasabe, Distrik Oekusi, Timor Leste akhir Bulan Juli 2012 lalu, masih belum sepenuhnya normal.

Seperti yang diberitakan, bentrok terjadi menyusul pembangunan Kantor Imigrasi dan Bea Cukai Timor Leste yang masuk 20 meter ke wilayah Indonesia. Aktivitas masih terus berlangsung, meskipun alat berat milik warga Timor Leste yang digunakan untuk pengerjaan pembangunan gedung itu sudah sering dilempar dan diusir warga.

"Kita belum bisa memastikan kondisinya aman betul karena alat berat milik Timor Leste belum ditarik keluar dari zona bebas yang masuk ke wilayah Indonesia, sehingga kita tidak menjamin kalau sewaktu-waktu bentrokan susulan bisa terjadi lagi," kata Camat Bikomi Nilulat, Lodovikus Lake, Minggu (5/7).

Menurut Lake, selain bangunan kantor imigrasi Timor Leste yang masuk wilayah Indonesia, ada juga bangunan lainnya seperti jaringan listrik solar sel, dan beberapa pos polisi Timor Leste.

Lake mengatakan, konflik tersebut sudah berlangsung sejak lama dan pada November 2011 sudah sempat diselesaikan secara adat oleh pemerintah Kabupaten TTU, Danrem 161 Wirasakti Kupang dan Pemerintah Distritu Oekusi dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat. Acara itu digelar di depan Pos Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun demikian  konflik tersebut tetap saja terjadi.

"Kami minta agar pemerintah pusat harus segera membicarakan hal ini dengan pemerintah Timor Leste agar bisa dicari solusi yang terbaik sehingga konflik ini bisa berakhir," kata Lake. [005]

(www.kompas.com)






Muhajir Juli
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close