
Besok Kapolda Luncurkan Mobil 'Meupep-pep'Banda Aceh – Pihak inspektorat pada April lalu menemukan indikasi penyelewengan anggaran pemerintah melalui alokasi tiga beasiswa di lingkungan Unsyiah. Ketiga beasiswa yang nominal indikasi penyelewangan itu mencapai Rp7,3 miliar lebih itu meliputi Beasiswa JPD 2009/2012, Dana program Gurdacil Tahun 2011/2012, dan Dana Program S3 Dosen Fakultas Kedokteran Unsyiah.
Informasi mengenai indikasi penyelewengan itu diperoleh dari seorang sumber The Globe Journal, Senin (25/6). Menurut keterangannya, total penerimaan Beasiswa JPD Tahun 2009/2012 yang masuk ke rekening Bantuan Umum Unsyiah senilai Rp.10.286.647.000. dari total anggaran itu, Rp.6.060.090.500 sudah direalisasikan sehingga terdapat sisa sejumlah Rp.4.226.556.500.
Selanjutnya, Unsyiah juga mnerima dana program Guru Daerah Terpencil (Gurdacil) pada tahun ajaran 2011-2012 senilai Rp.5.031.500.000. Dari beasiswa tersebut, Rp.2.842.000.000 masih mengendap.
“Bantuan yang terakhir adalah beasiswa program S3 dosen kedokteran Unsyiah senilai Rp.1.378.950.000. Ada sisa yang belum disetor ke Rekening Bantuan Umum Unsyiah sebesar Rp.232.950.000,” katanya.
“Jadi sedikitnya ada Rp.7.301.506.500 yang masih mengendap sama Pak Darni selaku pimpinan waktu itu,” sambungnya lagi.
Informasi indikasi penyelewengan dana beasiswa ini dibenarkan oleh Penjabat Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal. Pihaknya sebut Samsul sudah menyurati Prof Darni Daud sebagai penanggung jawab anggaran saat itu.
Sejak surat permintaan pertanggung jawaban dengan nomor 1979/UN11/2012 dikeluarkan pada 21 Mei 2012 lalu, katanya pihak Darni Daud baru sudah menunaikan tanggungjawabnya senilai Rp.1,9 M. Pihaknya hingga saat ini masih terus mengupayakan percepatan penyetoran kembali sisa dana beasiswa tersebut karena hal itu menyangkut kebutuhan mahasiswa penerima beasiswa.
“Sebenarnya dana beasiswa tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan keseharian para penerima beasiswa. Jadi kalau uang ini tidak disetor dengan segera, sayang mahasiswa tersebut,” tutup Samsul.
Hingga berita ini duturunkan, Prof Darni Daud belum berhasil dihubungi. Telpon selular yang dihubungi belum berbuah respon darinya. [005]
Sabtu, 15 Juni 2013 20:04 WIBAntara Mujahid Suriah dan Mujahid Aceh
Jum`at, 14 Juni 2013 23:34 WIBManuskrip Sebagai Integritas Dayah Tempo Dulu Di Aceh