THE GLOBE JOURNAL
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»HotProduct»10 Film Hollywood Paling Kontroversial!


10 Film Hollywood Paling Kontroversial!
Senin, 20 Agustus 2012 20:34 WIB

Sineas Hollywood, tak jarang, berani membuat film dengan tema yang kontroversial. Tema-tema yang mereka angkat di dalamnya begitu sensitif dan tak jarang dianggap bertentangan dengan norma-norma yang ada di dalam masyarakat.

Terlepas dari penggarapannya yang apik seperti layaknya film-film Hollywood lainnya, film kontroversial lebih menekankan tema atau sinematografi yang tak biasa (Kalau tak mau dibilang aneh). Ada banyak detil film yang sebaiknya tak ditonton oleh anak-anak karena kevulgarannya.

Respon penonton mulai dari marah sampai pingsan pun bisa terjadi apabila mereka menonton film-film yang digolongkan THE TELEGRAPH menjadi film-film paling kontroversial ini.

1. A CLOCKWORK ORANGE (1971)

Stanley Kubrick dengan berani (atau nekad) memasukkan tiga adegan perkosaan dalam film adapatasi novel Anthony Burgess ini. Tak hanya itu, film ini juga menampilkan beberapa adegan kekerasan.

Kubrick memang sutradara terkenal, namun keputusannya ini membuat ia diserang oleh media massa. Keluarganya bahkan sampai mendapat ancaman pembunuhan. Ia akhirnya memutuskan untuk melarang filmnya sendiri ini tayang. Sampai ia meninggal, film karyanya ini tak ditayangkan di bioskop.  

2. LAST HOUSE ON THE LEFT (1972)

Sekelompok narapidana menculik dua remaja. Mereka lalu dipaksa untuk melakonkan aksi seksual dan kemudian diperkosa. Seakan belum cukup kejam, dua remaja tersebut  disembelih dan dikeluarkan isi perutnya dan akhirnya mati dicekik.

Plot yang menyajikan kekejaman tersebut bahkan diakui pemain filmnya sendiri. Dalam sebuah syuting adegan pemerkosaan, aktris Sandra Peabody merasakan trauma dan memilih untuk meninggalkan lokasi syuting.  

3. SALO / THE 120 DAYS OF SODOM (1975)

Film buatan sineas Italia ini bercerita tentang penculikan sekelompok anak oleh fasis Italia. Mereka digunakan oleh Nazi sebagai budak seks. Ada banyak adegan penyiksaan seksual yang bisa-bisa membuat anda mual. SALO ditolak di Australia sampai tahun 1993 lalu dan kemudian kembali dicekal tahun 1998.

Sutradara Pier Paolo Pasolini hanya sebentar memberi pembelaan tentang kontroversi film ini sebab ia mati terbunuh dengan brutal. Ia tewas setelah filmnya ini dirilis. Tragis bukan?  

4. LAST TANGO IN PARIS (1972)

Sutradara Bernardo Bertolucci harus mendekam di balik penjara selama 4 bulan lamanya gara-gara film ini. Sebabnya apa lagi kalau bukan adegan sadomasokis yang memperlihatkan Marlon Brando "mempersiapkan" korbannya untuk diperkosa.

Film ini mendapat banyak suntingan di Inggris dan dicekal di beberapa negara, seperti Italia, Portugal, dan Chile untuk tiga puluh tahun lamanya. Sebuah pengadilan di Bologna bahkan melarang film ini tayang atas isi film yang dianggap melanggar norma.

Adegan tersebut dianggap pengadilan Bologna telah menampilkan pemuasan hawa nafsu, libido, dan pelampiasan hasrat seksual lewat bahasa yang keji. Dalam adegan tersebut, disertakan pula suara desahan dan jeritan yang makin menyakinkan pengadilan bahwa film ini tak layak ditayangkan di bioskop.  


5. THE EXORCIST (1973)

Film ini sempat diberi label "film porno religius" dan juga "film paling mengerikan yang pernah dibuat" oleh kritikus film Hollywood. Plot dalam film tentang seorang gadis yang kerasukan setan ini juga dituduh menyuguhkan gambaran yang bisa mempengaruhi alam bawah sadar penonton.

Tuduhan tersebut memang belum bisa dibuktikan, namun adegan-adegannya yang mengerikan membuat film ini tak bisa tayang di Inggris. Isi filmnya bertentangan dengan Video Recording Act tahun 1984 di sana.

6. I SPIT ON YOUR GRAVE (1978)

Adegan perkosaan kembali jadi kontroversi dalam film ini. Film ini menampilkan perkosaan seorang perenang. Tak lama setelah kejadian naas tersebut, gadis perenang ini memutuskan untuk membalas dendam.

Balas dendam sang perenang, tak disangka-sangka menampilkan kekejian lebih dari pemerkosaan. Film ini banyak disunting sebelum ditayangkan di Amerika dan tak boleh ditayangkan di Eropa.  Kritikus film Roger Ebert menggambarkannya sebagai "sekarung sampah".  

7. LIFE OF BRIAN (1979)

Sebuah kisah paralel tentang seorang bernama Brian dan juga Yesus Kristus. Setiap detil tentang hidup Brian yang ada kaitannya dengan kisah Yesus digambarkan dengan eksplisit sepanjang film. Puncaknya, Brian bersiul saat dirinya disalib bersama Yesus. Ia menyanyikan lagi Always Look On The Bright Side of Life.

Gereja dan kelompok religius menganggap film ini sebagai penghujatan dan berusaha mencekalnya. Film tetap ditayangkan di bioskop, namun beberapa kota di Inggris tak mau memutarnya.

Tahun 2009 lalu, kota Aberystwyth di Wales mencabut pencekalan mereka terhadap film setelah Sue Jones-Davies, pemeran Yudas Iskariot dalam film menjadi walikota di sana. 

8. KIDS (1995)
Dalam kisah filmya, seorang pemuda berumur 17 tahun, Telly, menularkan virus HIV kepada gadis-gadis dalam kelompok bergaulnya. Ia menularkan virus tersebut lewat hubungan badan tanpa pengaman.

Anak-anak kecil dalam film dikisahkan suka mengonsumsi obat terlarang dan sering melakukan tindak kekerasan. Ini membuat kritikus dan juga penonton terkejut. Penggambaran perilaku seksual dan penggunaan obat terlarang oleh anak kecil membuat film ini diberi label "eksploitatif". Motif sutradara untuk menggambarkan kehidupan seksual anak kecil juga dipertanyakan hingga saat ini.   

9. BAISE - MOI (2000)

Film buatan sineas Perancis ini menceritakan tentang perjalanan Nadine dan Manu yang punya kesamaan nasib, pernah mendapat tindak kekerasan. Perjalanan mereka ini tak lepas dari seks bebas dan pembunuhan. Hasilnya, mereka berdua mendapat gelar "penjahat nasional".

Akhir kisah mereka berdua sungguh tragis. Manu ditembak oleh seorang penjaga toko yang mengenali wajahnya, sedang Nadine ditangkap polisi sebelum ia sempat bunuh diri. Kritikus memprotes keras pemilihan dua bintang porno sebagai bintang utamanya.   

10. ANTICHRIST (2009)

Empat penonton dikabarkan pingsan saat menonton screening film ini di Cannes Film Festival 2009. Kritikus The Telegraph, Sukhdev Sandhu melabeli film ini sebagai "film porno penyiksaan". Film ini berkisah tentang penderitaan pasangan suami istri yang kehilangan anak mereka. Ironisnya, putra mereka tersebut jatuh dari jendela kamar tidur sementara ayah dan ibunya sedang bercinta.

Keduanya lantas menyepi di sebuah kabin yang ada di tengah hutan. Usaha mereka untuk menghilangkan duka ini malah berujung bencana. Sang istri tiba-tiba memukul suaminya dengan kayu sebelum melubangi kakinya. Dalam film juga digambarkan adegan mutilasi genital. Tak ada akhir bahagia untuk kisah semacam ini. Sang istri yang tak waras akhirnya tewas dicekik oleh suaminya. [001-KapanLagi-Telegraph]






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close