Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Feature»Sebungkus Kacang di Hari Nusantara


Sebungkus Kacang di Hari Nusantara
Zulfurqan | The Globe Journal
Minggu, 13 Desember 2015 22:51 WIB

“Maaf pak, tidak boleh masuk. Lihat kan, gak ada apa-apa lagi di dalam,” ucap seorang laki bertubuh tegap berpakaian ala Dishubkomintel. Di belakangnya, terlihat sejumlah pekerja memegang palu mengetok-ngetok kayu untuk melepas bagian yang dipaku.

Begitulah suasana tempat Pameran Nusantara 2015 di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh. Di sana, sejumlah dinas dan perwakilan kementrian mendirikan stand untuk mensosialisasikan program yang mereka kerjakan selama ini.

Sekarang, setiap petugas stand sudah membawa pulang barang-barang penting yang sudah dipamerkan.  Hanya tersisa pameran batu akik di area berdekatan. 

Sedangan di pinggiran jalan, pedagang kaki lima juga masih menjajakan berbagai macam jenis aksesoris serta mainan anak-anak.

Aneh. Meskipun tak ada lagi pameran, tetapi ribuan pengunjung masih memadati kawasan pelaksanaan peringatan Harnus.

Selama acara, kehadiran mereka membuat petugas parkir ditimpa durian runtuh. Per orang dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2.000. Sebelum acara cuma Rp 1.000 yang diminta di pintu gerbang masuk pelabuhan.

Bersama teman saya Ramadhana, kami sepakat untuk menuju bibir pelabuhan. Menyaksikan dua kapal besar yang masih bertengger. Padahal kami berharap masih ada ratusan kapal di sana. Seperti penampakan di pelabuhan negara-negara maju. Akhirnya kami memutuskan membeli kacang rebus seharga Rp 5.000 untuk mengusir rasa bosan.

Sayup-sayup adzan berkumandang. Sementara itu, sejumlah pekerja masih sibuk menaikkan kursi di panggung utama ke dalam truk. Pengunjung lainnya nampak asyik berfoto di backdrop meskipun suasana sudah gelap. Jam menunjukkan pukul 18.35 WIB.

Tadi pagi, ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, memasuki ke kawasan panggung utama sangat sulit. Termasuk bagi awak media yang telah mendapatkan tanda pengenal khusus.

Hanya beberapa wartawan dengan stempel merah bertuliskan “sanggamara” yang diizinkan masuk. Rata-rata mereka merupakan rombongan wartawan yang datang bersama rombongan VIP Jakarta. Tap akhirnya kami tetap diizinkan masuk setelah berbicang dengan bagian keamanan dan Humas Media Setda Aceh.

Kami awak media yang berada di Aceh mengeluh. “Untuk apa ada pengarahan media kemarin jika hari ini tidak boleh masuk. Waktu ada acara minta bantu meliput. Tapi giliran kita yang butuh, kek gini buat kita.”

Itulah suara salah suara awak media yang sempat saya dengar tadi. Bentuk kekesalan itu kami luapkan dengan meletakkan tanda pengenal beserta kamera untuk diabadikan dalam bentuk foto. Aksi ini melahirkan angle berita dan dimuat oleh sejumlah media.

Berbeda dengan waktu kedatangan Presiden Joko Widodo. Peliputan beritanya sangat mudah. Bahkan, tanpa tanda pengenal khusus saya bisa bisa berdiri setengah meter di hadapan Jokowi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, beberapa waktu menyampaikan persiapan pelaksanaan acara mencapai puluhan miliar. Gubernur Aceh dalam pidatonya berharap masyarakat tetap mengunjungi Pelabuhan Lampulo walaupun acara peringatan Harnus selesai.

Dalam acara itu, Sudirman Said menjanjikan banyak bantaun  guna mendukung perekonomian Aceh dari sektor energi. Saya hanya berharap, janji-janji cepat terealisasi.

Tidak mau ketinggalan shalat maghrib, kami memutuskan mencari masjid terdekat. Mushalla di dekat Pelabuhan terlihat sesak dan mati lampu. Dalam perjalanan menuju tempat parkir untuk mengambil sepeda motor, terlihat sampah beserakan dimana-mana. 

“Semoga besok-besok masih ada yang ngunjungi Pelabuhan Lampulo,” ujar saya dalam hati sambil mengunyah kacang rebus di genggaman.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close