Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Feature»Nek Salmiah, Jual Pisang Keliling untuk Bertahan Hidup


Nek Salmiah, Jual Pisang Keliling untuk Bertahan Hidup
Muhajir Juli I The Globe Journal.com
Minggu, 16 Agustus 2015 16:44 WIB
Salmiah, usianya sudah tidak muda lagi. Kepada The Globe Journal, dia mengaku berumur 85 tahun. Sehari-hari berjualan pisang ayam (barangan-red) keliling Kota Bireuen. Dua anaknya yang dibunuh di masa konflik, sampai sekarang tidak jelas pusaranya.
“Dua anak saya ditembak oleh aparat keamanan saat konflik. Kalau tidak salah mendekati perjanjian damai,” katanya mengawali pembicaraan.
Saat ini dia memiliki seorang putra. Namun karena sempat disiksa saat konflik, kini lelaki yang seharusnya menjadi tumpuan, sudah tidak bisa lagi diharapkan.
“Sekarang dia kurang sehat jiwanya,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehar-hari, semenjak kedua anaknya hilang, dia memilih berjualan keliling. Dia menjajakan pisang barangan dari pintu ke pintu. Terkadang, bila tidak sanggup berjalan untuk jualan, Salmiah memilih meminta sedekah kepada orang-orang yang dia temui.
“Sehari-hari saya mampu menjual sampai 15 sisir per hari. Saya pilih berjualan, karena tidak nyaman menjadi peminta-minta,” katanya kepada The Globe Journal.com, Minggu (16/8/2015).
Dia berkisah, dulu dia punya dua anak lelaki yang bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Namun kemudian keduanya gugur karena memperjuangkan ideologi yang dibawa oleh Hasan Tiro. Kedua buah hatinya ditembak oleh Brigade Mobil (Brimob) yang bertugas di Bireuen.
Sebagai ibu dia sudah berusaha mencari pusara sang anak. Sayangnya, hingga kini, kuburan sang putra tak kunjung ditemukan.
Kepada The Globe Journal, dia sempat berbisik agar dicarikan bantuan untuk hidup.
“Kalau bapak kenal orang-orang penting, tolong carikan saya bantuan uang,” bisiknya.
Khairil Anwar, Kepala Bidang program di BP2A Bireuen, saat dikonfirmasi oleh The Globe Journal.com, mengatakan terkait dengan Salmiah, warga Juli Seupeng, sudah pernah dibantu dengan dana diyat. Terkait dengan rumah, memang dari awal tidak pernah ada usulan dari gampong yang bersangkutan.
“Untuk diyat, beliau sudah dibantu. Beberapa kali dia sudah pernah menerima. Akan tetapi di awal-awal anaknya yang mengambil. Kemudian kita ubah, agar dia yang menerima langsung. Namun pada 2008 dana tersebut diberhentikan oleh Pemerintah,” terang Khairil.
Khairil juga menjelaskan, Salmiah sebenarnya punya harta seperti tanah dan rumah. Akan tetapi dia memang jarang pulang ke rumah. Sedangkan tanah pelan-pelan dijual oleh anaknya, karena terdesak harus membayar hutang.
“Dia sering tidur di rumah-rumah orang lain. Termasuk di rumah saya, beliau pernah tidur beberapa kali,” terang Khairil. []
 





Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close