Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
PT. THE GLOBE JOURNAL, penerbit Koran Online THE GLOBE JOURNAL bertekad untuk terus melakukan inovasi mengembangkan media yang sangat diminati sejak 2007 ini. Untuk itu kami mencari INVESTOR, SPONSOR, PARTNER untuk bekerjasama dengan tim kami dalam mengembangkan bisnis di sektor media, periklanan, printing, teknologi, dan mice yang sangat potensial. Jika Anda tertarik untuk bekerjasama dengan kami, silahkan kirimkan informasi ketertarikan Anda ke email: e.rxdhi@gmail.com atau Hotline 0819-7390-0730. [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda untuk tindaklanjutnya. []

Breaking
News

Serambi»Feature»Jangan Ribut, Kami Lagi Cari Rezeki


Jangan Ribut, Kami Lagi Cari Rezeki
Muhajir Juli | The Globe Journal
Senin, 26 Maret 2012 00:16 WIB

Berbagai macam cara dilakukan oleh seseorang untuk mencari nafkah. Mulai dari membanting tulang ditengah ladang, berpeluh keringat di sawah, menjadi pekerja kantoran sampai dengan menjadi anggota “massa” kandidat. Yang terakhir disebut ini sedang in di Aceh, setidaknya di Bireuen mencari nafkah dengan bergonta-ganti atribut politik menjadi trend terbaru.

Namanya Jal (25), sedang berdiri diantara kerumunan massa yang menghadiri kampanye Irwandi-Muhyan di lapangan sepak bola Blang Asan Peusangan Bireuen, Minggu (25/3). Dengan baju oblong putih dengan les orange dia tampak semangat berteriak “Hidup Irwandi...!!!!”.

The Globe Journal merasa aneh dengan anak muda tersebut. Saat dihampiri, dia langsung memegang tangan TGJ dan menariknya ke bawah pohon aron yang tumbuh subur di samping lapangan.

“Heh bang, jangan ribut ya, kami lagi cari rezeki. Siapapun akan kami dukung, kalau sesuai dengan tarif. Persoalan pilih itu nanti,” celetuk Jal sambil diamini oleh lima orang temannya.

The Globe Journal tersenyum sambil menepuk-tepuk bahu pemuda itu. “Sudahlah. Tenang. Tapi di acara deklarasi calon kandidat Bupati Bireuen kemarin di Glumpang Payong kamu juga kan?” selidik TGJ. Pemuda itu hanya mengangguk sambil tersenyum.

Jal mengaku hari ini dia mendapatkan sedikit uang minum plus satu buah baju kaos oblong. Dia tidak mau menyebutkan angka. Tapi yang pasti kisarannya tidak jauh beda dengan pemberian orang PA saat deklarasi di Geulumpang Payong beberapa waktu lalu.

Setelah mengobrol sejenak dengan The Globe Journal, Jal dan teman seperjuangannya kembali ke kerumunan. Dia berdalih, kalau terlalu lama tidak muncul maka nanti kalau ada kegiatan serupa yang diadakan oleh kandidat lain, dia tidak akan diajak lagi.

Nurma (40),nama samaran, seorang warga Juli mengatakan hal yang sama. Dia sebenarnya tidak tahu jikalau The Globe Journal adalah wartawan. Karena penulis mengenal Nurma dan Nurma mengenal sekilas TGJ sebagai orang Juli, maka bocorlah ongkos ikut kampanye itu.

Dengan nada ramah The Globe Journal berpura-pura hendak bertanya kepada siapa mendaftarkan nama sebagai peserta kampanye hari ini. Dengan nada ramah pula Nurma langsung menyebutkan salah satu nama dan jumlah Rupiah yang harus diambil.

“Jumpai saja si J, masukkan nama sama dia, dan jangan lupa jumlah Rp-nya sebesar Rp 30.000. saya sudah ambil,” sebut Nurma sambil tersenyum.

Cerita yang agak lain disampaikan oleh Fajri (23) warga Jangka. Dia menyebutkan bahwa orang dari daerahnya diberikan bensin gratis oleh pengurus wilayah. Namun karena dia tidak berminat menghadiri acara tersebut, maka dia urung mengisi bensin.

Menurut Fajri, massa yang datang ke acara deklarasi H. Ruslan Daud-Mukhtar Abda (HarusMuda) yang di usung PA Bireuen sama dengan yang datang ke acara Irwandi. Paling yang beda kelompok fanatik saja. Kalau kelompok cair, hampir semuanya sama.

“Saya melihat yang datang ke acara deklarasi HarusMuda dan Irwandi adalah orang yang sama yang beda hanya baju dan jenis yel-yel, kalau wajah, bentuk suara dan semangat tetaplah sama, yaitu semangat mencari sesuap nasi dari kandidat yang sedang diatas angin,”kata Fajri.

Baik Jal maupun Fajri mengatakan bahwa benar atau tidaknya kandidat tersebut dicintai oleh rakyat, adalah pada hari H. Bila di hari 9 April tersebut salah seorang diantara mereka menang, maka dialah yang diingini rakyat. Banyaknya massa di acara kampanye kandidat tidak bisa dijadikan tolak ukur. Sebab banyak yang mencari sedikit uang untuk melanjutkan hidup.






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
X
BACA JUGA
Close