Logo The Globe Journal - Original
Promosi Pasang Iklan - Nomor HP Riswan
Follow Us on Twitter @theglobejournal | Untuk berita tercepat dan terhangat, ikuti Twitter kami @theglobejournal [] WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL tidak dibenarkan untuk meminta dan/atau menerima apapun dari nara sumber baik dalam bentuk amplop, uang, honor, biaya transportasi, biaya akomodasi, hadiah, dan berbagai bentuk gratifikasi lainnya. [] Jika Anda mempunyai berita atau informasi yang ingin diterbitkan di Koran Online THE GLOBE JOURNAL, silahkan mengirimkankan langsung ke email redaksi@theglobejournal.com atau via fax 0651-7557304. [] LAYANAN PELANGGAN: Jika Anda mengetahui dan memiliki informasi tentang WARTAWAN dan PEWARTA FOTO Koran Online THE GLOBE JOURNAL yang bekerja dengan melanggar Kode Etik Jurnalistik dan/atau mengambil berbagai bentuk gratifikasi dari narasumber, Anda dipersilahkan untuk mengirimkan SMS ke HOTLINE 0819-7390-0730 [] Untuk pemasangan Iklan dan Pariwara serta Kerjasama lainnya dapat langsung disampaikan ke Markerting Koran Online THE GLOBE JOURNAL di Telp 0651-7414556, 7557304 atau HOTLINE 08190-7390-0730. Tim Marketing THE GLOBE JOURNAL akan segera menghubungi Anda. []

Breaking
News

Serambi»Feature»Antara Pameran Pembangunan, Pasar Malam, dan 1 Muharram


Antara Pameran Pembangunan, Pasar Malam, dan 1 Muharram
Zulfurqan | The Globe Journal
Senin, 03 Oktober 2016 08:38 WIB

Puluhan stand dari berbagai instansi di Banda Aceh berjejer rapi. Berhiaskan lampu kelap-kelip. Warnanya selalu berganti seperti kuning, biru dan merah. Ada juga yang hanya diatur satu warna saja. Disesuaikan dengan kreatifitas masing-masing, Sabtu malam (1/10/16).

Pengunjung yang memasuki stand akan disambut layaknya tamu. Apalagi jika ingin melihat-lihat stand agam inong Banda Aceh. Maka dipersilahkan masuk oleh lelaki tampan dan perempuan elok yang murah senyum. Mereka berdiri rapi lengkap dengan selempang kebanggaan di bahunya.

Ribuan orang terus berdatangan ke sana. Perempuan-perempuan cantik tidak lupa mengambil foto dengan berbagai macam ekspresi wajah. Menjulurkan lidah, mengangkat kaki sebelah, mengernyitkan wajah dan sebagainya.

Tanpa mempedulikan orang sekitar, lekukan tubuh perempuan itu terlihat jelas. Mulai dari bagian ujung kaki sampai ke ujung kepala. Ada yang memakai celana bermotif sobek-sobek.

Penutup kepala yang dibentuk dengan berbagai gaya. Wanita menyebutnya memakai hijab. Wajah mereka sudah bermake up. Hampir semua wajahnya nampak putih bersih. Bibirnya dipoles dengan lipstick merah merona. Ada yang juga berpakaian gamis dengan gaya bernuansa Islamis.

Begitulah suasana Pameran Pembangunan dan Piasan Seni di Taman Bustanussalatin yang digelar oleh Pemerintah Kota Banda Aceh. Tentunya, orang kampung tetap menyebutnya Taman Sari. Karena sebutan Taman Bustanussalatin belum terlalu lama digembar-gemborkan.

Setiap stand memamerkan capaian seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di daerah yang mengusung visi kota Madani itu. Walikotanya merupakan seorang perempuan cantik. Sebagian orang memanggilnya Bunda. Adalah Illiza Saaduddin Djamal.

Malam itu tidak nampak satu pun penampilan kesenian di atas panggung. Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB. Mungkin karena menghargai peringatan 1 Muharram 1438 Hijriah.

Tetapi pengunjung terus berdatangan. 

Di jalan depan Balai Kota Banda Aceh, terparkir ratusan motor. Pengendara mobil dan motor menyesaki jalan. Kecepatan rata-rata tidak melebihi 20 kilometer per jam. Tangan dan kaki tetap siaga. Karena berkali-kali harus melakukan pengereman mendadak.

Keramaian serupa juga terjadi di Blang Padang. Bedanya, pengunjung di sana terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok sedang mengikuti acara peringatan 1 Muharram yang didominasi orang dewasa sambil lesehan. Umumnya kalangan lelaki memakai peci, berbaju koko. Perempuan berpakaian sopan. Acara ini dilaksanakan juga oleh Pemkot Banda Aceh dengan mendatangkan qari internasional.

Sedangkan satu kelompok lagi nampak asik menikmati pergelaran pasar malam. Tukang parkir nampak sibuk mengutip retribusinya. Jika diberikan lembaran uang bernominal Rp 5.000, mereka mengembalikan Rp 2.000. Biasanya uang parkir hanya dua ribu rupiah saja. Mungkin tidak ada uang kembalian sehingga mereka mengutip lebih banyak.

Sejumlah kenderaan pun harus antri mengambil bukti pembayaran parkir itu. Rata-rata sepeda motor menanggung beban dua orang. Satu lelaki dan satunya lagi perempuan. Hanya nampak satu pengendara berpeci, bersarung dan memakai baju koko.

Mereka yang berada di pasar malam membelanjakan uang untuk membeli pakaian atau hal lainnya. Kelompok yang satu ini umumnya ialah kalangan anak muda. Terlihat sejumlah pasangan muda-mudi  berjalan santai sambil bergandengan tangan. Lainnya nampak menikmati minuman di tempat duduk yang temaram.

Semuanya larut dalam kesibukan masing-masing. Sesekali pengunjung harus berdesakan di jalan setapak yang sempit. Bercampur baur antara lelaki dan perempuan dan anak-anak.

“Kita harus ingat mati. Kecanggihan teknologi jangan menghambat kita meninggal khusnul khatimah,” terdengar suara Illiza dari kejauhan saat menyampaikan kata sambutan pada peringatan 1 Muharram itu.

Ia mengajak seluruh warga Banda Aceh untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Nilai-nilainya harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sambutannya, Illiza bertekad melakukan perubahan di Banda Aceh.

Tujuannya mendatangkan qari internasional itu sendiri untuk menggugah jiwa yang gersang. Serta mewujudkan insan qamil.

Ribuan pengunjung pasar rakyat masih lalu-lalang. Melintasi macam-macam fasilitas yang tersedia di pasar malam. Anak-anak bersuka ria memancing ikan mainan di kolam yang terbuat dari plastik. Ibu mereka terlihat tertawa ketika anaknya berhasil memancing ikan palsu itu.

Pedagang terus menggoda pelanggan supaya barangnya laku. Memanfaatkan kesempatan yang ada.

Sementara itu di Masjid Raya Baiturrahman, penceramah 1 Muharram Drs H Muhammad Rafiq Khan tengah semangat bercerita kisah Nabi Muhammad. Bagaimana perjuangan nabi untuk menyebarkan Islam. Serta kesabarannya yang harus diteladani oleh umat akhir zaman. Ustaz Rafiq merupakan dai internasional yang juga pimpinan Pondok Tahfiz Baitus Shalihin Medan, Sumatera Utara.

 

R1007D






Twitter TGJ 3
Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi:
Telp. (0651) 741 4556
Fax. (0651) 755 7304
SMS. 0819 739 00 730


Komentar Anda

Terpopuler

Cities

Seni dan Budaya

Jalan-Jalan

Berita Foto

«
»
Close